METRO PESISIR

Bundo Kanduang Miliki Peranan Penting, Jaga Etika Sopan Satun dan Adab

0
×

Bundo Kanduang Miliki Peranan Penting, Jaga Etika Sopan Satun dan Adab

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar menyatakan para Bundo Kanduang memiliki peranan dan tugas yang penting, karena menanamkan nilai-nilai adat budaya Minangkabau, mulai dari sopan santun, etika, adab dan lain sebagainya kepada generasi penerus nantinya.

“Adanya organisasi bundo kanduang sebagai pertanda adat budaya Minangkabau itu melekat pada diri orang Minangkabau, dimana mereka berada. Melalui eksistensi para bundo kanduanglah, budaya adat Minangkabau dirawat dan dijaga,” kata Walikota Pariaman, Genius Umar, kemarin, usai  pengukuhan Bundo Kanduang Kecamatan Pariaman Timur.

Genius menuturkan Bundo Kanduang itu ibarat pohon, kalau kokoh pohonya, maka akan tumbuh subur dan terjaga pohon tersebut, tetapi kalau keropos pohon tersebut, maka kita akan menunggu saja kapan pohon tersebut akan roboh, dan pohon itu adalah Adat dan Budaya, ulasnya.

“Seandainya di daerah kita tidak ada Bundo Kanduang mulai dari tingkat Kota, Kecamatan sampai Desa dan kelurahan, dan juga organisai LKAAM di daerah kita ini, siapa nantinya yang akan menjaga adat dan istiadat serta budaya sopan santun, yang telah ada sejak lama di budaya timur kita ini, dan Bundo Kanduang, harus dapat meningkatkan perannya dalam meningkatkan sumber daya manusia bagi Puti Bungsu dan Rang Mudo di Kota Pariaman,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangka­bau   ( LKAAM ) Kota Pariaman ini juga menerangkan keresahanya atas polusi budaya, seperti yang disam­paikan oleh Presiden Joko Widodo pada peringatan dir­gahayu kemerdekaan RI ke 78 kemarin, bahwa be­gi­tu kasarnya budaya kita saat ini, yang tidak men­cer­minkan adat budaya timur yang telah ada sejak la­ma.

“Dengan adanya arus globalisasi, dalam prosesnya ada elemen-elemen budaya lokal seringkali tersing­kirkan bahkan diabaikan, sehingga keberagaman yang te­lah ada selama berabad-abad menjadi terancam, dan budaya sopan santun yang ada sejak lama yang diturunkan dari generasi ke generasi, saat ini mulai ter­gerus,” terangnya.

Lebih lanjut Genius mengatakan dampak utama dari fenomena polusi budaya berimplikasi pada persoalan kehilangan identitas nasional dan peruba­han nilai dan norma di tengah kemajemukan masya­ra­kat Indonesia, apalagi kita di Minangkabau yang mempunyai filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah

“Karena itu, kita perlu duduk Bersama Kembali, bagaimana Bundo Kanduang, LKAAM Bersama dengan Pemerintah Daerah, untuk dapat merumuskan kedepanya, agar budaya Minagkabau dan sopan santun yang ada selama ini, dapat kita warisakn ke generasi selanjutnya, dengan membuat sosialisasi dan kita turun ke sekolah-sekolah, mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi,” ujarnya.

Dirinya juga mengucapkan selamat kepada pengurus bundo kanduang Kecamatan Pariaman Timur. Pengukuhan yang dilakukan oleh Ketua Bundo kanduang Kota Pariaman Arrahmi, dihadiri juga oleh Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny.Lucyanel Genius, Ketua GOW Kota Pariaman Ny. Indriati Mardison, Forkopimca, Pengurus Bundo Kanduang Kota Paria­ man, Camat Pariaman Timur, M. Arif Gunawan beserta istri, serta Kepala Desa dan istri se kecamatan Pariaman Timur. (efa)