BERITA UTAMA

Jokowi: Politik Antarkawan mulai Panas

0
×

Jokowi: Politik Antarkawan mulai Panas

Sebarkan artikel ini
06 Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo bersama rombongan saat meninjau pasar.

SUMUT, METRO–Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku heran sesama kawan sudah mulai saling panas jelang Pilpres 2024. Ia menyadari situasi politik saat ini semakin menghangat.

“Bahwa situasi di tahun politik ini sudah mulai hangat hangat kuku. Dan su­dah mulai cenderung meng­hangat agak memanas tapi belum panas. Dan repotnya yang sudah panas itu justru antarkawan sendiri, sudah mulai saling panas memanasi,” kata Jokowi saat kegiatan pembukaan Raker­nas Gerakan Angkatan Mu­da Kristen Indonesia (GAMKI) di Medan, Sabtu (19/8).

Jokowi meminta kepada GAMKI untuk ikut mendinginkan suasana di lapangan jika situasi politik semakin memanas. Ia berharap masyarakat tidak terpecah belah di tahun politik.

“Maka saya minta kepada DPP GAMKI untuk ikut mendinginkan situasi di lapangan kalau ada hal-hal yang panas. Ikut menye­jukkan, ikut mendinginkan karena dalam situasi keti­dakpastian global seperti saat ini kita perlu bekerja fo­kus, bekerja kompak, perlu bekerja solid,” ujarnya.

Jokowi mengingatkan bahwa kawan tetaplah ka­wan meski berkompetisi dalam pemilu. Ia pun mengibaratkan pemilu seperti kompetisi balapan yang tak boleh sikut-sikutan. ”Sehingga walaupun kita berkompetisi dalam tahun politik ini kawan adalah kawan. Kalau balapan boleh boleh saja, tapi jangan sikut-sikutan apalagi tendang-tendangan,” katanya.

Baca Juga  Malam Anugerah Jasa Konstruksi Indonesia, Kota Payakumbuh Raih Penghargaan

Jokowi mengatakan da­lam setiap kontestasi tentu ada yang menang dan kalah. Menurutnya, pihak yang menang hendaknya mengajak pihak yang kalah untuk membantu dalam pemerintahan.

“Kadang saya pikir kita yang di atas sudah ngopi ba­reng, sudah makan bersama, yang di akar rumput masih belum rampung. Inilah yang sering kita lupa. Karena pasti ada yang menang dan pasti ada yang kalah. Dan sebaiknya yang menang mengajak yang kalah untuk membantu. Dan kalaupun tidak membantu sebisa mungkin jangan mengganggu,” ujarnya.

Jokowi mengibaratkan pilpres seperti balapan, saat pertandingan terjadi kompetisi. Namun, setelah pertandingan nilai-nilai kebersamaan harus tetap dikedepankan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Agar setelah balapan, setelah racing, kita bisa berkawan kembali, bersatu kembali. Jangan antartetangga nggak saling menyapa setelah pemilu, jangan antarkawan nggak saling menyapa setelah pilpres. Nggak lah. Perlu saya ingatkan kita ini saudara sebangsa se-Tanah Air. Itu lah budaya politik Indonesia, kekeluargaan, gotong royong, budaya bersatu, ini yang terus harus kita gaungkan,” sambungnya.

Baca Juga  Adu Kambing Yamaha Aerox dan Truk Boks Tewaskan 1 Orang, Boncengan Luka-luka

Jokowi mengingatkan kontestasi politik tak membuat jurang perselisihan yang begitu dalam. Para elite, kata Jokowi, sudah bersatu, namun ma­sya­rakat justru masih terbe­lah. ”Oleh karena itu, jangan membuat luka dalam, luka terlalu dalam. Ibarat pertandingan, ini pertan­dingan persaudaraan, per­tandingan kekeluargaan. Kadang-kadang saya mikir, kita yang di atas sudah ngopi-ngopi bareng, sudah makan bersama, yang di akar rumput masih rame, belum rampung-rampung,” ucap Jokowi.

Hal-hal tersebut diminta Jokowi tak dilupakan semua pihak. Siapa pun yang menang, menurut Jokowi, harus mengajak yang ka­lah untuk bekerja sama. ”Ini lah yang sering kita lupa. Karena pasti ada yang menang, pasti ada yang kalah. Dan sebaiknya yang menang, ngajak yang kalah. Untuk membantu, kalau pun tidak membantu sebisa mungkin jangan mengganggu,” im­buh­ nya. (jpc)