PADANG, METRO —Kecelakaan kendaraan bermotor dengan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu kembali terjadi di Kota Padang. Kali ini, mobil Toyota Avanza yang berisikan satu keluarga tertabrak kereta api di kawasan Kampung Jambak, Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kamis (17/8) sekitar pukul 20.00 WIB.
Sontak, warga setempat yang mengetahui adanya kecelakaan itu langsung berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan kepada para korban yang ada dalam mobil. Beruntung, kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa meski mobil tersebut sempat terseret 50 meter hingga rusak parah.
Namun, sopir bernama Yuhefizar (47) bersama istrinya Erita Evianti (44), dan anaknya yang berusia 8 tahun mengalami luka-luka hingga dilarikan ke Semen Padang Hospital untuk mendapatkan perawatan. Tak lama berselang, petugas Polsek Lubuk Kilangan datang untuk melakukan olah TKP dan mengamankan mobil korban.
Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Lija Nesmon membenarkan adanya kecelakaan itu. Setelah mendapat informasi, pihaknya segera mendatangi lokasi dan dipastikan kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya luka-luka ringan.
“Iya benar, sudah terjadi kecelakaan biasa di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu, yaitu antara Kereta api PT Semen Padang dengan mobil minibus Avanza di perkirakan terjadi pada pukul 20.00 WIB,” Ungkap Kompol Lija Nesmon.
Dijelaskan Kompol Lija, kondisi jalanan di TKP, merupakan jalan lurus beraspal, selain itu pada saat kejadian kondisi cuaca gelap dan disertai hujan, arus lalu lintas sepi, serta di lokasi perlintasan kereta api tidak ada pelang buka tutup.
“Mobil minibus Avanza tersebut datang dari arah jalan raya Padang-Indarung, menuju ke perumahan Kampung Jambak. Selain di TKP tidak memiliki palang buka tutup di perlintasan rel kereta api, di sana juga minim penerangan, akibatnya korban tidak dapat melihat kereta api yang akan melintas,” ungkap Kompol Lija Nesmon.
Dikatakan Kompol Lija Nesmon, ketiga korban yang terdiri dari sopir, istrinya dan anaknya sudah dibawa ke Semen Padang Hospital agar mendapatkan penanganan medis.
“Atas kejadian itu, kami mengimbau kepada masyarakat maupun pengendara yang melintasi jalur rel kereta api untuk senantiasa berhati-hati dan selalu waspada,” tutupnya. (cr2)






