METRO SUMBAR

Banjir Jadi Momok Masyarakat Painan, dan jadi PR Pemerintah Setempat

0
×

Banjir Jadi Momok Masyarakat Painan, dan jadi PR Pemerintah Setempat

Sebarkan artikel ini

PESSEL METRO–Kerap ketika itensitas hujan lebat dengan waktu cukup lama menjadi momok sebagian masyarakat di Rawang Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan. Khususnya di pusat kota Painan sendiri.

Upaya pemerintah daerah setempat dalam mengantisipasi banjir di pusat kota dengan perbaikan gorong – gorong drainase, baik itu sekunder maupun prikmer masih belum lah ampuh menjadi solusi banjir yang terjadi di pusat kota.

Hujan mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (17/8/2023) tepat pada peringatan hari kemerdekaan Rupublik Indonesia, ke -78. Sebagian wilayah di Painan dikepung banjir.

Dari siang hingga berita diturunkan pukul 17.00 Wib. Hujan masih turun dengan itensitas sedang. Terpantau hampir disebagian wilayah ruas jalan rawang dikepung banjir.

Pantuan Posmetro ketinggian air mencapai lutut kaki orang dewasa, dan sepinggang anak – anak. Bahkan, hingga air masuk keteras rumah masyarakat.

Menurut Rian warga Rawang Painan, setiap kali hujan lebat turun dengan waktu cukup lama, pasti akan terjadi banjir. Karena curah hujan yang tinggi, keberadaan drainase juga menjadi permasalahan yang harus dicarikan jalan keluar oleh pemerintah setempat.

Ia cemas saat hujan tidak kunjung berhenti, dan semakin lebat tidak mungkin air akan masuk ke dalam rumah.

” Ya, baru beberapa jam saja air sudah setinggi lutut, apalagi kalau hujan sampai malam. Bisa – bisa masuk kedalak rumah,” ungkapnya.

Hal sama juga disampaikan warga lainya, Feby yang berharap pada pemerintah daerah setempat bisa melakukan penataan tata ruang kota, khususnya dalam hal mengantisipasi banjir di pusat kota Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Dan, Feby malalui dinas terkait harus benar – benar tepat serta memperhitungkan segala hal yang akan terjadi. Khusunya dalam mengantisipasi banjir di pusat kota itu sendiri.

Sampah dan kayu – kayu hanyut terbawah banjir, namun fenomena banjir yang terjadi dimanfaafkan anak – anak untuk bermain – bermain air bersama teman. ( Rio)