POLITIKA

Punya Pengalaman Ekonomi dan Ketum Partai, Airlangga Dinilai Layak Jadi Cawapres

0
×

Punya Pengalaman Ekonomi dan Ketum Partai, Airlangga Dinilai Layak Jadi Cawapres

Sebarkan artikel ini
DEKLARASI DUKUNGAN— Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhamimin Iskandar dan Ketum PAN Zulkifli Hasan saat mendeklarasikan dukungannya kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Capres 2024 di Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

JAKARTA, METRO–Ketua Umum Partai Gol­kar Airlangga Hartarto dinilai layak maju menjadi bakal calon wakil presiden (cawa­pres). Terlebih, pengalamannya sebagai Menteri Koor­dina­tor Bidang Perekonomian, dalam mem­­bawa Indonesia keluar dari pandemi Covid-19 sangat sukses.

“Saya kira memang kalau capres yg punya background ekonomi kuat jawabannya, salah satunya adalah Airlangga. Saya kira sebagai Ketum Partai Gol­kar sangat layak kalau kemudian Airlangga terus melakukan kerja-kerja politik memantaskan diri sebagai kandidat capres-ca­wapres pada Pilpres 2024,­” kata Direktur Parameteri Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno, Jumat (11/8).

Bahkan jika ingin membuat poros keempat, kata Adi, Airlangga cukup meyakinkan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk maju sebagai calon presiden (Capres). Karena, Golkar dengan PAN sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden 20 persen.

“Saya kira ini cukup rasional, cukup logis, kalau kemudian Airlangga maju punya latar belakang eko­nomi, paham ekonomi secara makro dan mikro dan bikin poros politik sendiri. Publik berharap Airlangga bokin poros politik sendiri, mengingat posisinya sebagai ketum partai, Menko yang hanya butuh parpol setara PAN untuk menggenapi ambang batas 20 persen,” papar Adi.

Jika untuk membuat poros politik baru, lanjut Adi, Airlangga harus memantapkan pelabuhan politiknya ke bakal capres Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto atau Anies Baswedan. Namun, Golkar sudah menegaskan tidak akan berkoalisi dengan poros pendukung Anies.

“Itu artinya kesempatan Airlangga sangat mungkin ke Ganjar ataupun ke Prabowo. Tinggal siapa yang menerima proposal politik Golkar yang secara rasional harus dipilih oleh Golkar dan Airlangga,” pungkas Adi. (jpg)