TELUK BAYUR, METRO – Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan ke Pelabuhan Teluk Bayur, Senin (28/1). Kedatangan Anggota DPR RI di IPC II Pelindo Pelabuhan Teluk Bayur diterima langsung oleh GM PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur, Armen Amir dan jajaran di dermaga terminal petikemas Teluk Bayur.
Rombongan Komisi XI DPR RI tersebut dipimpin oleh Achmad Havisz Tohir (F-PAN) dengan didampingi oleh Marwan Cik Asan (F-Demokrat), Marsiaman Saragih (F-PDIP), Andi Achmad Dara (F-Golkar). Kemudian, Willgo Zainar (F-P.Gerindra), Harry Poernomo (F-P.Gerindra), Siti Mufattahah (F-P.Demokrat), Jon Erizal (F-P.PAN), Refrizal (F-PKS), Elviana (F-PPP), Narulita Muchtar (F-NasDem).
Pada kesempatan itu, Armen memperlihatkan kepada rombongan Komisi XI DPR RI bahwa pelabuhan yang dipimpinnya sangat bersih dan rapi, Armen menambahkan bahwa pelabuhan ini adalah pelabuhan terbesar disisi barat Sumatera.
”Pelabuhan ini sudah kami kelola dengan baik melalui prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ujarnya.
Armen menjelaskan, kontribusi ke negara dari pengelolaan pelabuhan ini yakni melalui pembayaran pajak kepada negara yang meliputi Pajak Penghasilan, PPN Jasa Kepelabuhanan, PBB, PNBP dan Konsesi selama lima tahun terakhir selalu mengalami peningkatan. Realisasi tahun 2014 sebesar Rp30,677 miliar, 2015 Rp33,122 miliar, 2016 Rp34,650 miliar, 2017 Rp36,503 miliar dan 2018 sebesar Rp53,515 miliar.
Kemudian terang Armen, kinerja pengelolaan usaha di tahun 2018 juga memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Laporan Pengelolaan Usaha UN-AUDITED untuk pendapatan usaha tercapai sebesar Rp249,197 miliar dari target sebesar Rp234,420 miliar, beban usaha tercapai sebesar Rp202,121 miliar dari target sebesar Rp202,623 miliar, laba usaha tercapai sebesar Rp47,076 miliar dari target sebesar Rp31,797 miliar.
“Kami semua sangat bersyukur atas pencapaian ini, karena kerja keras selama 2018 ini mendapatkan hasil yang sangat baik dan ini tentu berkat kemudahan dan kelancaran yang diberikan oleh Allah SWT,” katanya.
Dalam layanan kegiatan jasa kepelabuhanan tambah Armen, pihaknya banyak dibantu oleh Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Teluk Bayur, Hilman.
“Segala kemudahan akses dan dukungan kelancaran layanan telah beliau (Hilman) berikan bersama-sama dengan segenap jajaran nya di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Teluk Bayur ini,” ujarnya.
Armen mengatakan bahwa PelabuhanTeluk Bayur ini akan ditata sehingga akan memiliki lima terminal. Yakni terminal petikemas (sudah tersedia), terminal curah cair, Terminal Khusus Semen, terminal batubara dan terminal multi purpose. Terminal ini disiapkan sejalan dengan semakin berkembangnya hinterland yang menyediakan komoditas untuk didistribusikan keluar dari Sumbar dan daerah sekitarnya (Jambi dan Bengkulu),
Ia mengungkapkan, bahwa CPO dan Semen sekarang menjadi primadona di Pelabuhan Teluk Bayur disamping karet, cangkang, bungkil dan batu bara. Selain itu, juga ada tumbuh-tumbuhan penghasil rempah-rempah. Seperti kulit manis, gambir, damar, kopi dan cengkeh,
“Pelabuhan ini punya potensi yang besar dan didukung dengan letaknya yang strategis yang langsung menghadap ke Samudera India, serta didukung dengan lahan tersedia cukup luas yakni seluas 82,65 Ha dan dermaga sepanjang 1,4 km. Dan letak pelabuhan di dalam teluk sehingga memberikan lenyamanan bagi kapal-kapal yang leluar masuk dari dan ke pelabuhan ini,” tandasnya.
Armen memohon bantuan dan dukungan kepada Komisi XI DPR RI terkait dengan peningkatan ekspor CPO dari Sumbar ke India. Sebab India saat ini memberlakukan impor bea masuk yang cukup tinggi terhadap CPO.
“Diharapkan pemerintah dapat bicara dengan pemerintah India kiranya impor bea masuk ke India dimaksud dapat diturunkan sehingga volume ekspor CPO dapat meningkat lagi,” harapnya.
Armen mengungkapkan, Teluk Bayur bersama-sama dengan Pangdam I/Bukit Barisan, Gubernur Sumbar, Kepala KSOP Teluk Bayur dan para pengusaha CPO, telah menandatangani komitmen bersama Sumbar menuju ekspor 5 juta ton CPO per tahun ke pasar dunia. Pasar dunia ekspor CPO yang terbesar itu adalah ke India.
Sementara, Refrizal legislator senior dari PKS yang berasal dari Sumbar ini sangat mengapresiasi kinerja PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur ini. Ia melihat adanya perubahan yang cukup signifikan dari Pelabuhan Teluk Bayur ini.
“Pelabuhan ini telah tertata dengan baik dan sangat bersih, pencapaian pengelolaan usahanya yang meningkat pesat. Termasuk kontribusi ke negara melalui pembayaran pajak yang meningkat selama lima tahun terakhir ini harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” pungkasnya.
Ia menyatakan kepemimpinan Armen yang asli putra daerah Kota Padang dengan segala pengalamannya selama ini di Pelindo II telah memperlihatkan hasil yang sangat baik.
“Saya mengenal Armen Amir ini sudah sejak lama sejak yang bersangkutan menjabat Kepala Biro Hukum Pelindo II. Dia punya chemistry yang kuat dengan pihak-pihak lain dalam bekerja. Apalagi saat ini penugasannya ke Teluk Bayur memiliki arti sendiri yakni rasa kecintaannya untuk membangun kampung halamannya sendiri,” imbuhnya. (heu)





