BERITA UTAMA

PAN, Golkar, PKB, dan Gerindra Berkoalisi Prabowo: Buat Rakyat Adil dan Makmur

0
×

PAN, Golkar, PKB, dan Gerindra Berkoalisi Prabowo: Buat Rakyat Adil dan Makmur

Sebarkan artikel ini
BERSATU— Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PKB Muahimin Iskandar menyatukan tangan saat deklarasi dukungan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

JAKARTA, METRO–Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memastikan telah mendapat man­dat dukungan sebagai calon presiden pada pemilu 2024 dari Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Prabowo, man­dat tersebut adalah bentuk dukungan dari par­tai-partai yang tergabung dalam tim Jokowi.

“Kita bagian dari tim Jokowi yang harus kita be­rani mengatakan be­r­hasil dalam membawa bang­sa dan negara ini,” ujar Pra­bowo Subianto di Museum Naskah Proklamasi di Ja­karta, Minggu (13/8).

Prabowo memastikan partainya bersama mitra koalisi akan membawa dan meneruskan cita-cita bang­sa Indonesia seperti yang telah dilakukan oleh Joko­wi. Tu­juannya, semata mem­buat rakyat adil dan dan makmur.

“Sebagai landasan mem­bawa cita-cita bangsa Indonesia yaitu negara adil dan makmur, negara yang bisa membawa kesejahteraan ke seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Prabowo.

Menteri Pertahanan itu meyakini, berkumpulnya empat partai besar yang mendukungnya itu akan menjadi pembuktian re­kam jejak Indonesia di ma­sa depan dalam me­nyam­but Indonesia emas.

“Kita ingin memper­baiki kehidupan rakyat kita. Kita tidak mau menye­rahkan nasib bangsa kepa­da pihak yang kita tidak yakin cintanya terhadap bangsa ini,” kata Prabowo.

Tak Ada Arahan Jokowi

Prabowo menepis ang­ga­pan bahwa dukungan Golkar dan PAN terhadap dirinya atas arahan Presi­den Jokowi. Prabowo me­nyatakan bahwa Jokowi ada­lah orang yang demok­ratis dan menghormati independensi setiap partai politik (parpol).

“Jadi begini, Pak Jokowi orang yang sangat demok­ratis, jadi Beliau sangat menghormati indepen­den­si dan hak setiap partai politik. Saya kira itu yang harus saya tegaskan. Jadi, apa pun keputusan partai manapun, Beliau pasti m­e­restui,” kata Prabowo.

Dia menegaskan bah­wa Jokowi tidak akan men­dikte Golkar dan PAN. Me­nurutnya, Jokowi tidak me­larang setiap parpol me­ngambil keputusan.

“Apa pun keputusan partai, partai apa pun, pengalaman saya dan ke­ya­kinan saya, saya kira semua ketua umum beliau tidak akan melarang, tidak akan mendikte. Itu yang kenyataannya demikian,” ucap Prabowo.

Baca Juga  Periode 2024-2029, 14 Anggota DPR RI dan 4 Anggota DPD RI Dapil Sumbar Dilantik

Prabowo mengambil contoh Partai Perindo yang awalnya mendukung diri­nya di pilpres 2024, namun akhirnya parpol pimpinan Hary Tanoesoedibjo itu berubah haluan politik.

“Buktinya sudah ba­nyak, suatu saat Perindo da­tang ke kamu mengata­kan mendukung saya, ke­mu­dian Perindo berubah haluan dan keluar,” ujar Prabowo.

“Dan Presiden Jokowi tidak campur tangan sama sekali. Saya kira yang saya tegaskan dan saya kira semua ketua umum partai setuju,” Prabowo menan­daskan.

Alasan PAN dan Golkar Dukung Prabowo

Partai Golkar dan PAN resmi mendeklarasikan dukungannya kepada Pra­bowo Subianto sebagai capres 2024. Ketua Umum Partai Golkar dan PAN pun membeberkan alasannya berlabuh ke koalisi Partai Gerindra-PKB.

“Kenapa Partai Golkar menjatuhkan pilihan ke Prabowo Subianto, tak lain dan tak bukan karena Ba­pak Letjen Prabowo Su­bian­to lahir dari rahim Partai Golkar. Oleh karena itu Beliau selalu mengikuti kegiatan di Partai Golkar, dan kekaryaannya tidak diragukan lagi,” tutur Ke­tua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Ge­dung Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat.

“Ini egaliter, searah, sejalan, dan setujuan de­ngan Partai Golkar,” sam­bungnya.

Menurut Airlangga, di Asia sendiri tidak banyak ne­gara yang lolos menjadi ne­gara maju dan masih berpendapatan men­e­ngah. Sebab itu, kepemim­pinan 10 tahun ke depan menjadi sangat penting, dan dirinya melihat Pra­bowo Subianto mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Oleh karena itu, saya merasa bangga bahwa empat partai bersatu dan dalam sikap kami, bahwa kita para ketua umum em­pat partai ini mudah ber­komunikasi, dan juga mem­­punyai visi dan misi yang sama. Karena itu sekali lagi, tentu perjalanan ke depan masih ada. Tapi di hari Minggu ini me­rupakan momen berse­jarah karena empat partai akan mengusung Pak Pra­bowo sebagai calon pre­siden (capres) 2024-2029,” kata Airlangga.

Di lokasi yang sama, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas me­nambahkan, dirinya bersa­ma Airlangga Hartarto te­rus berdiskusi hingga akhir­nya memilih untuk me­ngu­sung Prabowo Subianto sebagai capres 2024.

Baca Juga  Pesta Spektakuler di Piala Afrika 2023, Pembukaan yang Memukau dengan Kemilau Budaya Pantai Gading

“Kenapa PAN me­ngam­bil keputusan itu? Ka­mi sudah 10 tahun bareng-bareng dengan Pak Prabo­wo. Kalau tinggal sedikit, kenapa tidak sabar? Kami meyakini perjuangan 10 tahun akan tuntas, karena kita hari ini sudah bersa­ma-sama dengan Gus Mu­haimin Iskandar (Ketum PKB),” kata Zulhas.

Zulhas menegaskan, empat partai yang kini tergabung dalam satu koa­lisi itu harus menuntaskan perjuangan Prabowo Su­bianto. Sebab, yang di­ingin­kan Ketua Umum Par­tai Gerindra itu adalah melanjutkan pencapaian Presiden Jokowi.

“Peluang kita tidak ba­nyak, tapi kita punya pe­luang emas karena kita punya bonus demografi. Pak Presiden mengatakan tahun 2024-2028 itulah pe­luang emas Indonesia. Kalau kita bisa punya pe­mimpin yang tepat, maka cita-cita Indonesia mer­deka dan 100 tahun Indonesia merdeka, menjadi negara yang maju insya­allah bisa kita capai,” Zul­has menandaskan.

Prabowo Terharu

Mantan Danjen Ko­pas­sus itu mengaku terharu mendapat dukungan dari PKB, PAN dan Partai Golkar untuk menjadi presiden pada pemilu 2024 nanti.

Prabowo Subianto me­ne­gaskan mandat itu ada­lah sebuah kehormatan. Dia berjanji tidak akan mengecewakannya.

“Saya merasa sangat terharu, sangat dibesarkan hati saya dengan kepe­r­cayaan yang begitu besar dari partai besar dan partai bersejarah ini,” kata Pra­bowo di Museum Naskah Proklamasi, Jakarta.

Prabowo menjelaskan, sejarah diukur oleh ma­sing-masing partai berbe­da satu dan yang lainnya. Mulai dari Golkar yang terus mengawal pemerin­tahan hingga PAN yang menjadi simbol partai peru­bahan era dari Orde Baru menjadi Reformasi.

“Begitu juga PKB yang menjadi perpanjangan bi­dang politik di NU, selalu membuktikan berperan besar dalam menyela­mat­kan bangsa dan negara di saat kritis,” ujar Prabowo.

Prabowo meyakini, ter­kumpulnya ke empat par­tai ini menjadi pembuktian rekam jejak Indonesia di masa depan dalam me­nyam­but Indonesia emas.

“Kita ingin memper­baiki kehidupan rakyat kita, kita tidak mau menye­rahkan nasib bangsa kepa­da pihak yang kita tidak yakin cintanya terhadap bangsa ini,” kata Prabowo Subianto. (jpg)