METRO PESISIR

Peranan Kader Penting untuk Satu Keluarga Andalan

2
×

Peranan Kader Penting untuk Satu Keluarga Andalan

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar me­nyatakan dalam meningkatkan kapasitas kader Keluarga Berencana (KB) seperti kader Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), serta Usaha Peningkatan Pendapatan Ke­luarga (UP2K), Dinas Pemberdayaan Perem­puan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Kota Pariaman, kemarin, menggelar acara evaluasi dan monitoring program bangga kencana kader KB dengan tema peran dan fungsi Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan (IMP).

“Di era sekarang ini khususnya di era otonomi daerah, peran kader IMP sangatlah penting dan menjadi satu kekuatan yang dapat diandalkan untuk tetap dapat mem­per­ta­hankan keberhasilan program KB di ma­syarakat,” kata  Walikota Pariaman Genius Umar, emarin,didampingi oleh Kepala Dinas P3AKB Kota Pariaman Ny. Lucyanel Arlym.

Katanya, tanpa kader IMP, program KB di Indonesia  dipastikan sudah tidak berjalan lagi dan tidak mampu mempertahankan ke­ber­hasilan yang akan dicapai. Tentu  saja ke­berhasilan ini telah didukung oleh personil kader IMP yang cukup banyak hingga men­jangkau seluruh  desa, dusun,  serta memiliki daya juang yang tinggi dalam rangka ikut mensukseskan program KB di Kota Pariaman,” ungkap Genius.

Baca Juga  Wako Gowes ke Sekolah

“Kader KB adalah ujung tombak suksesnya pembangunan KB di tingkat desa/kelurahan. Kader KB juga melaksanakan tugas-tugas dan mensosialisasikan KB kepada pasangan usia subur dan mengedukasi pasangan untuk merencanakan keluarga sehat, juga untuk memenuhi kebutuhan KB bagi masyarakat dan pasangan usia subur serta pencegahan stunting,” jelas Genius.

Sementara itu Ny. Lucyanel Arlym menem­bahkan bahwa kedudukan dan peran Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam pem­bangunan KB di Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi. “Yang perlu dipahami oleh setiap kader IMP adalah bahwa intensitas dan kualitas pelaksanaan enam peran bakti institusi dari kader IMP selanjutnya akan diukur berdasarkan parameter yang telah di ten­tukan,” ungkap Ny. Lucy.

Baca Juga  Sejak 1946, Pariaman Produksi Batik Tanah Liek

Keenam peran bakti institusi kader IMP tersebut antara lain pengorganisasian, per­temuan, KIE, dan konseling, pencatatan pendataan, pelayanan  kegiatan, dan ke­mandirian.  Dengan enam peran baktinya, kader IMP telah menjangkau seluruh aspek, sebagaimana diamanatkan dalm UU no 52 tahun 2009 tentang perkembangan ke­pendudukan dan pembangunan keluarga IMP. (efa)