PESSEL METRO–Kabupaten Pesisir Selatan memiliki geogfrafis wilayah cukup panjang, dengan kondisi wilayah perbukitan, sungai, pantai yang cukup panjang. Membuat Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu kabupaten rawan bencana alam.
Seperti, banjir, tanah longsor, pergesaran tanah, kebakaran hutan/ lahan, gelombang pasang pantai, gempa bumi dan stunami.
Sedikitnya ada 12 sungai besar dan kecil di Kabupaten Pesisir Selatan. Dimana kondisinya butuh segera dilakukan noramlisasi sungai. Karena, sewaktu – waktu bisa mengancam keselamatan warga.
Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah ( BPBD), Kabupaten Pesisir Selatan Doni Gusrizal pada Posmetro, Jumat 11/8/2023 mengatakan, saat ini BPBD Pesisir Selatan mendapatkan anggaran 1 Miliar. Itu digunakan untuk Operasional dan perbaikan infrastruktur.
Diterangkan Doni Gusrizal, dari anggaran 1 Miliar tersebut 400 juta digunakan untuk operasional TRC dan 600 dipakai untuk perbaikan infastruktur.
” Hingga sampai saat ini serapan anggaran sudah mencapai 65 %, ” tutur Kepala BPBD Pesisir Selatan.
Lebih lanjut Doni Gusrizal berharap dengan anggaran tersedia di Badan Penangulangan Bencana Daerah ( BPBD), bisa mendukung kegiatan opersional dan perbaikan infrastruktur di lapangan secara.optimal. Sesuai dengan skala prioritas.
Badan Penangulangan Bencana Daerah, Kabupaten Pesisir Selatan akan berupaya seoptimal mungkin untuk mempergunakan anggaran yang ada dengan sebaik – baiknya. Untuk kepentingan masyarakat Pesisir Selatan.
” Daerah kita memang rawan bencana, ditambah wilayah yang memanjang dari Kecamatan Koto XI Tarusan hingga Kecamatan Lunang Silaut. Butuh kerja ektra jika terjadi bencana alam,” ungkapnya.( Rio)






