PADANG, METRO–Tragis. Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir ditemukan dengan kondisi tewas tergantung dalam rumahnya di Jalan Bakti I nomor 8, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Rabu (9/8) sekitar pukul 21.30 WIB.
Sontak saja, penemuan mayat tergantung itu membuat geger warga setempat hingga langsung berbondong-bondong ke lokasi untuk menyaksikannya. Saat ditemukan, korban yang diketahui bernama Hendra Martin (42), lehernya terlilit tali nilon yang diikatkan ke kuda-kuda rumah.
Tak lama berselang, jajaran Polsek Padang Utara bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Padang datang melakukan olah TKP dengan memeriksa jasad korban dan memintai keterangan saksi-saksi. Setelah itu, jasad korban dievakuasi ke rumah sakit.
Kapolsek Padang Utara, AKP Mazwanda membenarkan adanya penemuan mayat tergantung itu. Menurutnya, lokasi kejadian berada di sebuah rumah Jalan Bakti I nomor 9. Kejadian tersebut diketahui pertama kalinya oleh kakak korban bernama Eni Lamudin.
“Diketahuinya korban tewas tergantung berawal ketika kakak kandung korban menelepon salah seorang tetangganya dan meminta untuk dapat mengecek adiknya di rumahnya. Kakak korban meminta bantuan itu karena korban tak bisa dihubungi,” ungkap AKP Mazwanda, Kamis (10/8).
Dijelaskan AKP Mazwanda, setelah mendapat telepon itu, tetangga korban pun mendatangi rumah korban untuk mengeceknya. Namun, saat itu kondisi pintu rumah terkunci dan korban yang dipanggil-panggil dari depan rumah tidak memberikan jawaban.
“Curiga terjadi sesuai pada korban, saksi kemudian memberitahukan kepada kakak kandung korban. Setelah itu, kakak korban datang untuk memastikan kondisi korban. Karena pintu rumah terkunci, kakak kandung korban bersama warga membuka paksa pintu rumah,” ujar AKP Mazwanda.
Namun setelah masuk ke dalam rumah, dikatakan AKP Mazwanda, kakak kandung korban dibuat terkejut dan menangis histeris lantaran menemukan korban sudah tewas tergantung. Para saksi punb berinisiatif memberitahukan hal tersebut ke warga sekitar dan Bhabinkamtibmas Alai Parak Kopi, Aipda Joko Febrian.
“Tak lama kemudian, sekitar pukul 22. 30 wib, datang Tim identifikasi dari Polresta Padang beserta beberapa orang piket fungsi SPKT Polresta Padang, dan langsung melakukan olah TKP lalu mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit,” jelas AKP Mazwanda.
Ditambahkan AKP Mazwanda, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga dan saksi-saksi, korban sebelumnya juga sudah ada upaya untuk melakukan percobaan bunuh diri. Namun, aksinya itu gagal karena tali yang dia gunakan itu putus, dan cepat dicegat oleh pihak keluarga.
“Jadi, sekitar tahun 2021 lalu juga pernah mencoba untuk gantung diri, namun tidak berhasil dikarenakan talinya putus dan segera diketahui oleh keluarga korban, diketahui korban memiliki permasalah rumah tangga dengan istrinya,” tukasnya. (cr2)






