BERITA UTAMA

Kapolda Sumbar Jamin Keamanan Masyarakat Air Bangis, Gubernur: Hak-hak Tak akan Terganggu, Aturan harus Dipatuhi

0
×

Kapolda Sumbar Jamin Keamanan Masyarakat Air Bangis, Gubernur: Hak-hak Tak akan Terganggu, Aturan harus Dipatuhi

Sebarkan artikel ini
RAPAT— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono saat rapat bersama Forkopimda Sumbar dan Forkopimda Pasbar untuk mencarikan solusi terkait penolakan Proyeksi Strategis Nasional.

PASBAR, METRO–Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memimpin rapat bersama Jajaran Forkopimda Sumbar dan Forkopimda Pasaman Barat (Pasbar), Selasa (8/8). Selain untuk memas­tikan terjaminnya keamanan dan kenyamanan masyarakat, rapat juga digelar untuk mencari titik terang atas penolakan sejumlah warga Air Bangis terhadap Proyeksi Stra­tegis Nasional (PSN).

“Kehadiran kita di sini, pertama tentu untuk memastikan seluruh masya­rakat kita di Air Bangis dapat hidup dalam situasi aman dan kondusif. Kemudian, tentu kita berusaha untuk mencari titik terang atas masalah penolakan PSN dari sebagian masya­rakat,” kata Gubernur Mah­yeldi di sela rapat di Kantor Bupati Pasbar.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi menegaskan, bahwa hal terpenting saat ini adalah, bahwa masyarakat yang ikut da­lam aksi unjuk rasa pada pekan lalu, dapat kembali menjalani hidup dengan kondusif, bisa kembali beraktivitas, dan anak-anak kembali dapat bersekolah.

Ada pun untuk kepastian terkait poin-poin tuntutan warga dalam aksi unjuk rasa, Gubernur Mahyeldi memastikan semua hal itu akan dikaji dengan sebaik-baik mungkin. Namun yang pasti, apa yang menjadi hak masyarakat tidak akan terganggu, akan tetapi tata aturan tetap harus dipatuhi.

“Kita juga mendengar informasi di lapangan, baik dari jajaran pemerintah daerah provinsi dan kabupaten, terkait adanya isu ancaman dan lain seba­gainya yang ber­kembang di tengah masya­rakat, itu kita bersama Forkopimda sudah ada datanya, tentu mana-mana yang masuk ranah hukum akan dipro­ses pula di ranah itu,” ucap Gubernur lagi.

Setelah turun langsung ke Kabupaten Pasbar, Gubernur Mahyeldi melihat langsung dan mendapat informasi bahwa situasi dan kondisi di Air Bangis, secara khusus di Jorong Pigobah Patibubur, secara umum sangat kondusif. Namun, pantauan lewat Tim Terpadu tetap dilakukan, sehingga proses mencari titik terang atas persoalan yang ada bisa mencapai hasil yang dapat diterima oleh seluruh pihak.

Baca Juga  Mahasiswi UNP Tewas Tergantung dalam Kos

“Kemarin setelah enam hari lebih kurang berunjuk rasa di Kota Pa­dang, dan kita dapati banyak peserta yang sangat rentan dari potensi sakit, bahkan sudah banyak yang sakit, itu semua sudah kita fasilitasi pemulangannya. Ada ibu hamil, lanjut usia, hingga anak-anak. Kita mau semuanya menjadi clear ke depan, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ucapnya lagi.

Di tempat yang sama, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono menegaskan, bahwa respons yang dibe­rikan pemerintah dalam menindaklanjuti aksi unjuk rasa masyarakat semata-mata untuk melindungi masyarakat serta melindungi kepentingan negara dalam koridor hukum.

“Kita sudah menghimpun data, termasuk soal latar belakang peserta aksi unjuk rasa yang kurang lebih 850 orang itu. Jumlah itu jelas tidak mewakili suara dominan masyara­kat setempat. Kita punya data-data itu, dan itu juga menjadi pembahasan. Namun, tentu kita tak akan serta merta mengambil tindakan yang terburu-buru menyikapi data ini,” ucap Irjen Pol Suharyono.

Hal pertama yang akan dilakukan penegak hukum, sambungnya, adalah meng­gelar sosialisasi, atau turun langsung ke tengah masya­rakat untuk menjelaskan duduk persoalan serta status hukum yang berlaku di kawasan rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut. Sosialisasi ini disebutkan akan dilakukan secara terus menerus.

“Ini sudah kita awali langkahnya dengan memulangkan peserta unjuk rasa dari Kota Padang ke daerah asal mereka. Memulangkan 850 orang secara kondusif itu bukan urusan mudah. Terlebih, warga ini sudah berhari-hari di masjid, pengurus masjid juga sudah mengimbau terkait kebersihan dan lain-lainnya. Sehingga, setelah koordinasi dengan Pemprov dan pihak-pihak terkait, kita pulangkan mereka secara baik-baik. Bahkan bersama Polres Pasbar, itu ada yang diantar hingga ke rumah mereka,” ujarnya menjelaskan.

Baca Juga  Jokowi Mania Bertransformasi jadi Prabowo Mania 08

Ke depan, Irjen Pol Suharyono berharap agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan kondusif, aman, dan nyaman sebagaimana mestinya. Ia berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang mencoba untuk mengintervensi ma­syarakat, sehingga bertindak atas dasar yang ma­syarakat sendiri belum tentu memahaminya.

“Kita pihak kepolisian murni untuk membela kepentingan masyarakat itu sendiri, dan membela kepentingan negara tentunya. Oleh karena itu, jangan sampai ada lagi. Kita jamin keamanan masyarakat Air Bangis yang telah kembali ke kampung pascaunjuk rasa di Kantor Gubernur Sumbar selama enam hari beberapa waktu lalu,” katanya.

Kapolda juga menjelaskan, terkait penegakkan hukum pihaknya tidak bisa bertoleransi, karena mengacu kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.  Tetapi, sebagai penga­yom dan pelindung masya­rakat, pihaknya akan memberikan rasa aman kepada masyarakat untuk bekerja dan berusaha menafkahi keluarganya dengan berkebun sawit kelapa sawit.

“Saat ini pemerintah dari Forkopimda bersama-sama tengah mencari solusi penyelesaiannya. Permasalahan ini bukan saja terjadi dalam waktu dekat ini saja, tetapi sudah sejak lama. Untuk masalah sosial dalam rangka harkamtibmas juga akan dijaga, sehingga kami akan melibatkan seluruh unsur termasuk masyarakat itu sen­diri yang harus memahami sepenuhnya kondisi yang terjadi sebenarnya. Sehingga masalah yang terjadi bersama harus diselesaikan secara bersama-sa­ma,” pungkasnya. (fan)