PADANG, METRO–Ditlantas Polda Sumatra Barat Sumbar menerapkan pola baru dalam ujian praktik pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) C terbaru. Dengan pola itu, para calon pemohon SIM C baru kini tak lagi mengalami kesulitan saat melakukan ujian praktik.
Salah satu perubahan yang signifikan dalam ujian praktik SIM C terbaru yang juga diterapkan Polda Sumbar yakni penghapusan materi ujian manuver angka 8 dan zig-zag untuk ujian praktik pembuatan SIM C.
Sekarang, pola angka 8 pada ujian praktik SIM C diganti menjadi lintasan berbentuk huruf S. Lebar lintasan juga diperlebar dari sebelumnya 1,5 meter menjadi 1,7 meter. Panjang lintasan pada ujian tersebut adalah 35 meter dengan jarak tikungan pertama dara awal start sejauh 0,5 meter. Tikungan pada huruf ini berjarak 845 cm.
Tidak hanya pola angka 8 saja yang diganti. Berikut adalah sejumlah perubahan materi ujian praktik SIM C yang baru diterapkan. Pada ujian praktik pengereman, panjang lintasan menjadi 20 meter dengan jarak antarpatok sejauh 2,5 meter.
Kemudian, panjang lintasan pada uji U-Turn diganti menjadi 10 meter dan untuk tikungan saat berbelok sepanjang 4,5 meter. Jarak antar patok pun diperlebar menjadi 3 meter. Materi uji terakhir terakhir adalah pengereman kembali sepanjang lintasan lurus berjarak 24 meter, kemudian melintasi jalan bercabang. Jarak antar patok di lintasan ini adalah 3 meter dan lebar lintasan 1,6 meter.
“Sekarang praktik SIM lebih mudah karena jalan diperlebar. Materi ujian jalan zig-zag serta angka 8 yang selama ini dikeluhkan masyarakat dihilangkan,” kata Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Hilman Wijaya, Selasa (8/8).
Kombes Pol Hilman menjelaskan, materi ujian praktik SIM terbaru diberlakukan secara serentak pada Jumat 4 Agustus 2023. Hal ini menindaklanjuti kebijakan Kapolri terkait materi ujian praktik SIM.
“Materi ujian praktik SIM terbaru ini untuk memudahkan masyarakat, tetapi tidak mengurangi kemahiran saat berkendara. Ukuran lintasan materi ujian praktik sudah diperlebar, tanpa menerapkan materi tes zig zag atau tes slalom,” ujarnya.
Dikatakan Kombes Pol Hilman, dengan bentuk sirkuit yang berubah menjadi huruf S, diharapkan ujian praktik SIM akan lebih mudah dilakukan oleh peserta. Mereka dapat melakukan ujian tanpa mengurangi tingkat kesulitan yang seharusnya dihadapi.
“Selain itu, perluasan lebar lintasan adalah langkah penting untuk memberikan kesempatan lebih bagi peserta ujian untuk menunjukkan kemampuan berkendara mereka dengan lebih baik dan lebih aman,” kata dia.
Selain itu, dikatakan Kombes Pol Hilman, dengan adanya perubahan ini, ia berharap tingkat kelulusan ujian praktik SIM dapat meningkat. Kemudian juga sekaligus menciptakan pengemudi yang lebih terampil dan bertanggung jawab di jalan raya.
“Harapannya dengan perubahan yang dilakukan warga Kota Padang yang ingin dapat meningkatkan kemampuan motorik pada pemohon SIM C sehingga mereka bisa aman ketika berkendara di jalan,” tutupnya. (rgr)






