METRO PADANG

Peluang Duet Prabowo-Cak Imin, Andre Rosiade: Jodoh Pasti Bertemu

0
×

Peluang Duet Prabowo-Cak Imin, Andre Rosiade: Jodoh Pasti Bertemu

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar

JAKARTA, METRO–Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Andre Rosiade menyebutkan, sampai hari ini Muhaimin Iskandar atau Cak Imin masih menjadi calon wakil Presiden terkuat Prabowo Su­bianto dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Per­nyataan-pernyataan PKB akan pindah ke seberang, diang­gap­nya sebagai bagian dari di­na­mika politik jelang Pilpres 2024 saja.

“Insya Allah kami yakin koalisi Partai Gerindra-PKB dan partai-partai lainnya sudah sangat solid. Hal itu di­kuatkan dengan kita sama-sama melihat bagaimana tren survei Pak Prabowo terus naik. Begitu juga de­ngan elektabilitas Gerindra dan PKB. Koalisi ini sudah sangat berjodoh dan solid sekali,” kata anggota DPR RI asal Sumatra Barat (Sum­­bar) ini pada acara Kom­pas Petang yang di­siar­kan live dengan judul “Isyarat PKB beralih dari Gerindra ke PDIP.”

Kata Andre Rosiade, semua elemen dari kedua partai kini bersama-sama membangun koalisi dan segera mengumumkan sia­pa Cawapres yang akan dimajukan. Karena sampai saat ini, KKIR baru men­dek­larasikan Prabowo Su­bianto sebagai calon Pre­siden. Sementara Cawa­pres akan ditetapkan ke­mu­dian se­cara bersama-sama.

“Meskipun nanti akan ada partai-partai lain yang bergabung seperti PBB, Gelora, PSI, maupun PAN, Golkar dan lainnya, maka KKIR akan menjadi koalisi besar. Tapi pastinya tidak akan mengganti atau me­ng­ganggu kewenangan PKB. Penentu siapa Ca­wa­pres tetap kuncinya ada pada Cak Imin atau Gus Imin,” kata Anggota Ko­misi VI DPR RI ini.

Sementara yang lain, kata Andre Rosiade, akan didengarkan dan dilibatkan oleh Prabowo dan Muhai­min. “Sampai hari ini, kami meyakini Gus Imin masih yang terkuat peluangnya sebagai Cawapres pak Pra­­bowo. Kami meyakini se­mua akan bahu-mem­bahu bekerja. Insya Allah jodoh pasti bertemu,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Sebelumnya, PKB di­ang­gap mulai menebar per­nyataan yang merujuk pada kemungkinan ber­pindah koa­lisi. Pada acara yang disiarkan langsung Kompas TV itu hadir juga narasumber Wakil Sekjen PKB Syaiful Huda dan dan Pengamat Politik Adi Pra­yitno.

PKB mengirim sinyal akan gabung PDI Per­jua­ngan, jika tidak ada ke­pastian dari Partai Gerin­dra, terkait Cawapres pen­dam­ping Prabowo Su­bian­to.

Meski PDIP memberi ha­­rapan baru, Ketua Umum PKB Muhaimin Is­kan­dar menyatakan, hing­ga saat ini koalisi PKB dan Gerindra masih solid, dan PKB tetap mendukung Pra­bowo Subianto sebagai Bakal Calon Presiden.

Namun, Cak Imin mem­­buka kemungkinan pin­dah haluan ke PDI Per­juangan, jika Gerindra tak kunjung memberi kepas­tian soal Cawapres.

Menanggapi kemung­kinan PKB pindah haluan dari Partai Gerindra, Sekre­taris Jenderal PDI Per­juangan Hasto Kristiyanto bilang, partainya siap me­ne­rima PKB dengan tangan te­rbuka.

Apalagi, selama ini PDIP dan PKB memiliki sejarah kedekatan dalam banyak aspek. (*)