LIMAPULUH KOTA, METRO–Motivasi Ari Fadli, S.Pi bersama istri Salma Hayati, S.Pi, patut ditiru. Berani banting stir atau berhenti bekerja dari Perusahaan teknologi bergerak dibidang perikanan di Kota Padang untuk pulang kampung mengajari anak-anak pandai membaca, berhitung dan bahasa Inggris sejak usia dini. Berawal dari keprihatinan dengan kesulitan anak-anak Sekolah Dasar (SD) Kelas 1,2 bahkan ada yang sudah kelas 3 belum begitu lancar membaca di daeranya Jorong Tigo Balai, Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Meski tidak memili basic atau kemampuan dasar untuk mengajar, tetapi Ari begitu Ari Fadli dipanggi, memiliki keinginan yang kuat untuk mengajar.
Ayah dari Azam ini kemudian masuk kursus mengajar membaca, di Ahe (Anak Hebat) dan Prisma untuk berhitung cepat menggunakan Kalkulator Tangan dan Bahasa Inggris. Hanya, belajar satu hari, Ari langsung mendapatkan sertifikat mengajar membaca dari Anak Hebat (Ahe). Dengan menguasai cara mengajar membaca yang asyik dan menyenangkan bagi anak-anak, Ari kemudian mendirikan les belajar membaca Ahe di rumahnya di Jorong Tigo Balai. Hebatnya, baru 11 hari dibuka sejak 25 Juli 2023 lalu, sudah 17 orang anak yang mendaftar baik untuk belajar membaca, berhitung cepat dengan Kalkulator Tangan maupun Bahasa Inggris.
Menurutnya, dirinya memilih Ahe (Anak Hebat), karena memiliki metode yang asyik, tenaga pendidik yang terlatih dan ramah, tempatnya nyaman dan aman, les berlisensi, diajari menulis, game seru dan lulus dapat piagam. Kemudian untuk belajar berhitung atau matematika khusus tambah, kali, bagi, kurang, akar kuadrat, hanya menggunakan Kalkulator Tangan dengan cepat dapat menjawab pertanyaan. Begitu juga dengan Belajar Bahasa Inggris, anak-anak didik diajari menulis, bicara dalam bahasa Inggris dan mendengar. Dan khusus untuk 10 orang pendaftar pertama les Bahasa Inggris dan berhitung dengan menggunakan Kalkulator Tangan, gratis uang pendaftaran. “Berhitung dengan Kalkulator Tangan dan Bahasa Inggris bagi 10 orang pendaftar pertama kita gratiskan uang pendaftaran,” cerita Ari Fadli, disela-sela mengajari anak-anak membaca.
Menurut Ari, dengan metode menyenangkan dan asyik belajar membaca, sehingga banyak orangtua yang memasukkan anaknya untuk les membaca. Khusus untuk les membaca dimulai sejak pagi hari dengan waktu sesuai jadwal yang sudah diberikan kepada masing-masing siswa. Sedangkan untuk belajar berhitung Kalkulator Tangan dan Bahasa Inggris mulai pulul 16.00 Wib sore.
”Untuk Les baca 1 orang murid 1 guru, kalau belajar Kalkulator Tangan 1 guru mengajari 5 siswa, sedangkan untuk bahasa Inggir 1 guru untuk 8 siswa. Dan lama masing-masing anak belajar kalau membaca belajarnya 30 menit, kalau bahasa Inggris 1 jam 20 menit, dan untuk Kalkulator Tangan 1 jam,” cerita Ari dengan senyum dan ramah.
Menurutnya dengan belajar 1 Minggu 3 kali pertemuan, siswa di Ahe dalam waktu kurang Lima bulan sudah bisa membaca, berhitung dan Bahasa Inggris. Yang pasti disampaikan Ari, siswa diajari sampai bisa baik belajar membaca, berhitung dengan kalkulator tangan maupun Bahasa Inggris. “Ada anak itu yang cepat mengerti sehingga 2,5 bulan sudah pandai membaca, dan 6 bulan sudah lancar,” ucapnya.
Jebolan Universitas Riau, jurusan manajemen sumber daya perairan, fakultas perikanan dan ilmu kelautan yang tamat tahun 2018 ini menyebut tempat les Ahe yang baru saja 11 hari didirikannya nomor 8721 se-Indonesia. Sedangkan untuk Prisma nomor 3123 se-Indonesia. “Jadi metode Ahe ini sudah tersebar diseluruh Indonesia begitu juga dengan Prisma,” ucapnya.
Pria yang pernah kerja di Mal SKA Pekan Baru, Riau ini menyebut memiliki target siswa untuk tahun ini 60 orang. “Kita sebenarnya membantu guru-guru di SD, khsusus membaca, berhitung. Karena di tingkat TK anak-anak tidak belajar membaca, sedangkan di kelas 1 SD langsung membaca, makanya dengan anak-anak yang sudah pandai membaca dari sejak dini, maka masuk nanti dikelas 1 SD gurunya tidak lagi kesulitan dalam mengajarinya,” sebut Ari. Dia juga berharap, kedepan tidak lagi ada anak yang tidak pandai membaca atau kesulitan dalam membaca. Karena menurutnya, metode Ahe ini sangat mudah untuk dipahami anak. Dan dia menyebut, ayat pertama qur’an yang diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad adalah Ikra’ (Baca). Sehingga, menurutnya dengan memperkenalkan anak sejak dini membaca, maka pelajaran lainnya akan mudah dia dapatkan. (uus)






