METRO SUMBAR

Inflasi Semakin Membaik, Tito Imbau Pemda Antisipasi Dampak El Nino

0
×

Inflasi Semakin Membaik, Tito Imbau Pemda Antisipasi Dampak El Nino

Sebarkan artikel ini
DIIKUTI—Melalui Zoom Meeting di Ruang VIP Balai Kota, rakor diikuti Sekretaris Daerah Kota Sekdako, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si bersama Forkopimda, asisten, kepala OPD terkait.

PDG. PANJANG, METRO–Berdasarkan data Ba­dan Pusat Statistik (BPS), angka inflasi year on year (YoY) pada Juli 2023 sebesar 3,08 persen. Angka inflasi ini menurun, jika di­banding dengan inflasi YoY bulan Juni 2023, yaitu sebesar 3,52 persen. Melihat hal tersebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian me­ngapresiasi Pemerintah Pusat maupun Daerah da­lam menurunkan angka inflasi.

“Semakin ke sini kita lihat angka inflasi kita su­dah membaik. Ini perlu dipertahankan, kalau bisa kita lebih turunkan lagi. Namun saat ini dampak El Nino mulai melanda beberapa daerah, untuk itu saya inginkan setiap daerah melaporkan dampak El Nino yang terjadi agar kita bisa antisipasi,” katanya saat memimpin Rapat Ko­ordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (7/8).

Dari Padang Panjang rakor ini diikuti Sekretaris Daerah Kota (Sekdako), Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si bersama Forkopimda, asisten, kepala OPD terkait, serta Kabag Perekonomian dan Sumberdaya A­lam, Putra Dewangga, S.S, M.Si melalui Zoom Meeting di Ruang VIP Balai Kota.

Dikatakan Mendagri Tito, hingga saat ini pihaknya sudah menerima beberapa laporan daerah yang alami kekeringan. Ini akan berdampak bagi inflasi. “Untuk itu perlu kiranya setiap daerah melaporkan kondisi cuaca yang terjadi agar bisa mencarikan solusi untuk menghadapi dampak El Nino ini,” ujar­nya.

Baca Juga  ”Petakan Masalah, Majukan Madrasah”

Selain itu, Tito menjelaskan dampak El Nino ini menjadi perhatian Presiden yang menginstruksikan agar Pemerintah Pusat menyiapkan cadangan air, baik untuk dikonsumsi ma­syarakat maupun untuk pertanian dan perkebunan. Upaya tersebut untuk men­cegah terjadinya gagal panen yang kemudian berpengaruh terhadap keta­hanan pangan.

Sementara itu, Putra Dewangga kepada Kominfo menyebutkan, berda­sarkan data BPS Padang Panjang, Indeks Per­kem­bangan Harga (IPH) Kota Padang Panjang untuk minggu keempat Juli minus 1,646 (-1,646) atau berfluktuasi sedang (penurunan). Komoditi utama yang ber­kontribusi untuk fluktuasi (penurunan) ini adalah da­ging ayam ras, dan cabai merah. Ada delapan poin arahan dalam Surat Gubernur sesuai hasil HLM TPID 27 Juni lalu, untuk pengendalian inflasi menghadapi potensi El Nino. Pertama pemerintah perlu mendorong optimalisasi pelaksa­naan pasar murah/operasi pasar intensif terutama pada puncak musim kemarau (Agustus-September).

Kedua, pemerintah perlu mendorong pelaksanaan subsidi ongkos angkut untuk daerah dengan gejolak harga pangan tinggi melalui sinergi Bapanas, Dinas Pangan, BI dan Bulog. Ketiga, lakukan pemantauan harga dan pasokan (sidak pasar) secara sistematis dan berkala. Keempat, do­rong peningkatan produktivitas pertanian bersinergi dengan Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar seperti percepatan tanam, penanaman varietas benih tahan kekeringan, optima­lisasi penggunaan sumberdaya air, perluasan sentra produksi pangan serta pe­ngebangan pertanian organik.

Baca Juga  Buka Acara Gerak Jalan HUT RI ke-78 di Air Pura, Bupati Juga Serahkan BPJS

Kelima, dorong optimalisasi kerja sama antardaerah antarprovinsi dan intraprovinsi. Keenam, dorong kelancaran distribusi khususnya transportasi darat antarkota. Ketujuh, sosialisasikan imbauan antisipasi kekeringan melalui panen air hujan, budaya hemat air dan mitigasi serangan OPT pada musim kemarau. Terakhir, koordinasi intensif TPID melalui sosialisasi belanja bijak dan diversifikasi pangan.

Pada dasarnya, kata Putra, Padang Panjang telah melaksanakan delapan poin yang diarahkan gubernur. Ke depan akan di­tingkatkan lagi karena puncak fenomena El Nino ini akan mengancam wilayah Indonesia Agustus hingga Oktober 2023. “Ini perlu kita tingkatkan dan kita antisipasi agar inflasi kita tidak terganggu akibat El Nino ini. Selain itu kita juga telah menyurati camat serta lurah untuk melaporkan kondisi wilayah yang alami ke­keringan,” tutupnya. (rmd)