SOLOK, METRO–Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lubuk Sikarah mengadakan pelatihan Tematik mengenai Pertanian Organik yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kota Solok. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM penyuluh dan petani terutama mengenai pertanian organik.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Joni Harnedi mengatakan, peserta pelatihan ini terdiri dari Penyuluh Pertanian se Kecamatan Lubuk Sikarah, Penyuluh Swadaya Kecamatan Lubuk Sikarah dan petani di Kecamatan Lubuk Sikarah. “Keuntungan dari pupuk organik, diantaranya mampu menyediakan unsur hara makro dan mikro. Selain itu mampu memperbaiki struktur tanah, dan dapat meningkatkan daya menahan air,” ujar Joni Harnedi.
Disebutkan bahwa pupuk organik juga dapat memperbaiki kehidupan biologi tanah, mengandung mikroba dalam jumlah yang cukup yang berperan dalam proses dekomposisi bahan organik, aman bagi lingkungan dan dapat meningkatkan pH tanah. “Pada saat ini kesuburan tanah sudah sangat berkurang sebagai dampak dari pemakaian pupuk kimia yang tidak sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Salah satu cara mengatasi masalah kesuburan tanah ini petani dapat memanfaatkan jerami. Petani harus mengubah kebiasaan yang selama ini membakar jerami karena banyak kerugiannya yaitu meningkatnya suhu udara di permukaan tanah, memusnahkan mikroorganisme dalam tanah, menurunkan kadar bahan organik dalam tanah, menyebabkan polusi udara dan hilangnya unsur hara yang berguna bagi tanaman.
Jika jerami tidak dibakar jelasnya maka petani dapat menghemat biaya untuk pembelian pupuk Urea, SP36, KCl maupun NPK. Dia juga mengingatkan petani agar bijak menggunakan pupuk kimia maupun pestisida. Petani juga harus bijak dalam menggunakan pestisida dengan jumlah dan jenis, sesuai dengan tujuan dari pemakaian pestisida tersebut serta jangan berlebihan. Gunakan Pestisida sebagai usaha terakhir dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Dalam pelatihan, juga mengajarkan cara pengendalian lalat buah dengan cara membungkus buah – buahan yang dibudidayakan. Bahan yang dapat digunakan membungkus buah bisa berupa kertas semen, daun pisang, plastik dan lain- lain
Dengan pelatihan tematik ini, diharapkan permasalahan-permasalahan subsidi pupuk kurang dan masalah kesuburan tanah serta pemakaian pestisida yang tidak bijak dapat diatasi. Diharapkan petani bisa secara pelan-pelan memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya yang berasal dari alam sebagai pupuk dan ramuan pengendalian OPT pada tanaman yang dibudidayakan. “Diharapkan dengan adanya pelathan ini petani mampu mengatasi masalah kurangnya pupuk subsidi dengan pupuk organik,” ujarntya. (vko)






