PAYAKUMBUH/50 KOTA

Supardi: Melalui Festival Silat Kita Kembalikan Jati Diri Orang Minang

0
×

Supardi: Melalui Festival Silat Kita Kembalikan Jati Diri Orang Minang

Sebarkan artikel ini
FESTIVAL SILAT— Pesilat dari provinsi Jawa Tengah saat menampilkaa aksinya dalam kegiatan Festival Silat Tradisi Nusantara di Agam Jua Alt & Culture, Payakumbuh, Senin (31/7) malam.

SUKARNOHATTA, METRO— Silat tradisi merupakan jati diri anak-anak minang pada masa dulu. Hampir tidak ada orang minang yang tidak pandai bersilat karena silat tradisi merupakan identitas. Tapi kini minat anak minang belajar silat tradisi me­ngalami kemunduran.

“Silat mengalami kemunduran, aplagi ada se­macam perbedaan antara silat prestasi dan tradi­sional. Sejak itu, silat tidak lagi menjadi kebutuhan, karena dulu menjadi identitas orang minang,” ung­kap Ketua DPRD Sumbar, Supardi, disela-sela acara Festival Silat Tradisi Nusantara di Agam Jua Alt & Culture, Payakumbuh, Senin (31/7) malam.

Dulu disampaikan Supardi, gelanggang silat tra­disi ada dimana-mana. Anak-anak minang usai mengaji di surau langsung turun kegelanggang untuk belajar bersilat. Setelah dewasa, anak-anak minang pergi merantu dan sudah dibekali dengan silat dan mengaji.

“Pandai bersilat kemudian anak-anak minang merantau. Karena ha­kekat silat itu zahir mancari kawan atau mempe­rerat silaturahmi, dan makrifatnya mencari tuhan, artinya tahu agama, memiliki karakter, budi pekerti, sopan santun. Jadi bukan hanya untuk bertarung secara fisik,” sebut Supardi yang juga ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumbar ini.

Dia juga menyebut me­lalui festival silat tradisi nusantara ini diharapkan seni beladiri silat tradisi kembali diminati oleh generasi muda saat ini, karena silat tradisi adalah sebuah kebutuhan karena menjadi jati diri bagi orang minang.

“Kita berharap festival silat tradisi ini menjadi ivent bagi kabupaten kota di Sumbar. Sehingga akan meningkatkan minat belajar silat tradisi bagi anak muda kita. Sehingga mereka memiliki mentalitas, karakter, akhlak, etika, dan kebanggaan terhadap silat,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala UPT Taman Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Supriyadi, menyebut festival silat tradisi nusantara ini diikuti oleh pesilat dari 19 kabupten Kota di Sumatera Barat dan 6 provinsi di Indonesia.

“Dan kita mengundang perguruan di luar sumbar, karena perguruan itu sebenarnya asal muasal dari minang. Ada perguruan silat dari 6 provinsi di Indonesia dan perguruan di 19 kabupaten kota di Sumbar, jadi ada ratusan pesilat hadir di Payakumbuh selama Tiga hari ini,” u­capnya. (uus)