BERITA UTAMA

Mayat yang Sempat Mengapung dan Hilang di Muaro Padang Ditemukan, Korban Ternyata Buruh Harian Lepas

0
×

Mayat yang Sempat Mengapung dan Hilang di Muaro Padang Ditemukan, Korban Ternyata Buruh Harian Lepas

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Eri Mawardi alias Kobeng (46) yang sempat mengambang dan hilang di Muaro Padang.

PADANG, METRO–Mayat pria dengan mulut berbusa yang sempat dilihat oleh pemancing me­ngambang lalu tenggelam lagi di aliran Sungai Batang Arau, kawasan Dermaga Muaro Padang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan pada Jumat (28/7).

Korban yang diketahui bernama Eri Mawardi alias Kobeng (46) ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB, di titik awal saat pemancing sempat melihat korban mengambang. Setelah di­te­­mukan, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

Terkait hal itu, Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik membenarkan jika pria yang sempat terlihat mengambang pada Kamis Kamis (27/7) sekitar pukul 20.00 WIB, sudah berhasil ditemukan. Saat ditemukan, korban kondisinya meninggal dunia.

“Korban ini buruh harian lepas di kawasan Muaro Padang. Ia ditemukan oleh tim SAR gabungan tidak jauh dari lokasi awal ia dilaporkan hilang. Korban ditemukan meninggal dunia, sekarang dibawa ke RS Bhayangkara Padang sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan,” kata Abdul Malik.

Dijelaskan Abdul Malik, korban ditemukan pada hari kedua pencarian. Pada hari pertama, keberadaan korban tidak ditemukan oleh tim SAR gabungan. Apalagi, pada hari pertama, pencarian dimulai pa­da malam hari sehingga tim tidak bisa bekerja secara maksimal.

Baca Juga  Polisi Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Pupuk Bersubsidi ke Luar Daerah, Tiga Pelaku Ditangkap, Modusnya Ditutupi dengan Barang Dagangan

“Hasil pencarian pada Kamis malam, belum membuahkan hasil, karena sudah malam dan panda­ngan terjangkau. Makanya, kami putuskan pencarian dilanjutkan lagi pada Jumat pagi, sehingga korban bisa ditemukan,” ujar Abdul Malik.

Abdul Malik menuturkan, dalam melakukan pencarian, petugas dari Kantor SAR Padang menggunakan perahu karet untuk mencari keberadaan Eri Ko­beng. Selain itu, proses pencarian juga dibantu perahu dari Satuan Patroli (Satrol) dan Polisi Perairan dan Udara (Polairud).

“Berbagai elemen kemanusiaan seperti Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Potensi Basarnas dan relawan juga ikut terjun melakukan pencarian. Dengan ditemukannya kor­ban, operasi pertolo­ngan dan pencarian dihentikan. Semua personel kem­­bali ke satuannya ma­sing-masing,” jelasnya.

Sebelumnya, sesosok mayat pria dengan mulut berbusa sempat terlihat mengambang oleh warga yang sedang memancing di aliran Sungai Batang Arau, kawasan dermaga Muaro Padang, Kecamatan Pa­dang Barat, Kota Padang, Kamis (27/7) sekitar pukul 20.00 WIB.

Usai melihat mayat me­ngambang, pemancing yang diketahui bernama Michael (33) berupaya meminta tolong kepada Awak Buah Kapal (ABK) di sekitar dermaga. Sayangnya, belum sempat diangkat, mayat yang mengambang itu kembali tenggelam.

Baca Juga  Parah! Anak SMA Sodomi Bocah SD

Informasi adanya ma­yat yang sempat terlihat mengambang itupun sempat membuat gempar ma­syarakat setempat, hingga berbondong-bondong datang ke lokasi. Bahkan, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI dan Polri sudah berdatangan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Dari data yang berhasil dihimpun, mayat yang sempat terlihat mengambang diketahui bernama Eri alias Kobeng (46), warga Pegambiran Arai Pinang, RT 03, RW 05, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Pa­dang. Bahkan, istri dari korban, Warni, juga sudah berada di lokasi untuk melihat proses pencarian.

“Saya lagi memancing, tiba-tiba ada jasad pria mengambang di sekitar kapal yang tengah bersandar di dermaga Muaro Padang. Saya lihat mulut pria yang mengambang itu berbusa, kemudian tenggelam ke dasar sungai,” kata salah seorang saksi mata, Michael kepada wartawan.

Menurut Michael, saat melihat ada mayat pria yang mengambang itu, ia sempat dibuat kaget dan ketakutan. Ia langsung berteriak meminta tolong kepada para ABK yang ada di sekitar dermaga.

“Saya benar-benar terperanjat dan kaget dengan peristiwa itu. Setelah saya teriak, ABK dan warga berdatangan. Saya beritahukan kalau saya melihat ada mayat mengambang tapi sudah keburu tenggelam sebelum diangkat,” ujar Michael. (cr2)