METRO PESISIR

Puncak Peringatan Hargnas ke-30 Tahun 2023, Wawako Mardison Mahyuddin Terima 5 Penghargaan BKKBN

0
×

Puncak Peringatan Hargnas ke-30 Tahun 2023, Wawako Mardison Mahyuddin Terima 5 Penghargaan BKKBN

Sebarkan artikel ini
TERIMA PENGHARGAAN— Wawako Pariaman Mardison Mahyuddin terima penghargaan saat acara puncak peringatan Harganas ke-30.

PARIAMAN, METRO–Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, kemarin, menerima lima penghargaan untuk Kota Pariaman di puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 tingkat Provinsi Sumatera Barat . Penghargaan tersebut adalah program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) . Se­tidaknya ada 30 kategori penghargaan yang dise­rahkan, di antaranya Pe­nguatan Kampung Keluarga Berkualitas, Sekolah Siaga Kependudukan Pari­purna Tingkat SLTA/Sederajat, Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna Tingkat SLTP/Sederajat, Pencapai­an Pendampingan menggunakan Elsimil Terbanyak Semester I Tahun 2023, Kelompok BKB Terbaik Ka­tegori Kabupaten, Kelompok BKB Terbaik Kategori Kota, dan lainnya.

“Kota Pariaman me­nerima 5 penghargaan sekaligus diantaranya ia­lah, Juara 1 Pendampingan Elsimil Terbanyak, Juara 2 Pelaksanaan AKS Terbaik, Juara 3 Registrasi Aplikasi Go-Lantang Terbanyak, Juara 3 Pelaksanaan Mini Lokakarya Terbaik dan Juara 3 Jumlah Bapak Asuh Anak Stunting Terbanyak. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Walikota Pariaman, Mar­dison Mahyuddin didam­pingi Ibu Indriati Mardison, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB), Elidawati dan Kepala Bidang Keluarga Berencana (KB), Ika Septia Maulana,,”  ung­kap Mardison Mahyuddin.

Dikatakan Mardison Mahyuddin, juara 1 pendampingan elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Ha­mil) terbanyak merupakan kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) berupa pencatatan, pelaporan hasil pemantauan pendampingan sasaran terhadap catin, PUS, ibu hamil, ibu nifas dan baduta 0-24 bulan yang kemudian diinputkan dalam aplikasi Elsimil. Kemudian, Kota Pariaman juga meraih Juara 2 pelaksanaan AKS Terbaik (kegiatan Audit Kasus Stunting merupakan kegiatan identifikasi resiko dan penyebab resiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin dan sumber data lainnya yang dilaksanakan di tingkat kab/kota yang kemudian dilakukan rencana tindaklanjut (RKTL) dari kasus sasaran yang di audit bersama antara TPPS).

Baca Juga  Warga Rantau Jaga Kekompakan

Selanjutnya, Juara 3 Registrasi Aplikasi Go-Lantang Terbanyak (aplikasi Go-Lantang merupakan aplikasi go lansia tangguh yang disiapkan untuk penduduk yang telah lanjut usia agar bisa menjadi lansia yang tanggung dan bisa melakukan konsultasi de­ngan petugas pendatanya terkait dengan permasalahan lansia itu sendiri serta keluarganya termasuk ke­sehatan lansia itu sendiri). Juara 3 Pelaksanaan Mini Lokakarya Terbaik (merupakan kegiatan pertemuan yang dilakukan oleh TPPS Kecamatan dalam rangka mengawal dan mengeva­luasi pelaksanaan pendampingan keluarga yang dilakukan oleh TPK terhadap sasaran keluarga resiko stunting yang ada di desa/kelurahan). Juara 3 Jumlah Bapak Asuh Anak Stunting Terbanyak (bapak asuh anak stunting merupakan salah satu inovasi dari BKKBN untuk percepatan penurunan stunting dengan memberikan asupan gizi tambahan dari bapak asuh berupa susu dan telur sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh tim ahli pakar yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter spesialis kan­dungan, psikolog dan ahli gizi).

Baca Juga  Pemerintah Seayun Selangkah dengan MUI Kota Pariaman

Kegiatan Harganas ke-30 Tahun 2023 Sumbar de­ngan tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting, Untuk Indonesia Maju” ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN pusat Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiart, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Fatmawati, Bupati/Walikota se-Sumbar. Bersamaan dengan itu ju­ga dilakukan pelantikan Pengurus Asosiasi Kelompok UPKKA (AKU) Sumbar masa bakti 2022-2026 dan penampilan stand up comedy, Rin Hermana dengan tema Stunting. Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Fatmawati mengatakan, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap semua pihak di kabupaten kota di Sumbar yang telah menyukseskan program BKKBN Sumbar. “Ka­mi tidak henti-hentinya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mem­bantu percepatan pe­nurunan stunting. Pencegahan stunting dimulai hulu calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, sampai hilir bayi usia 0-2 tahun ,” jelasnya.  Kemudian, Bapak Asuh Anak Stunting juga sangat membantu keluarga yang memiliki anak stunting terutama bagi yang kurang mampu. (efa)