METRO SUMBAR

Melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi, Legislator RI dan BPOM Gelar Pemberdayaan Masyarakat

1
×

Melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi, Legislator RI dan BPOM Gelar Pemberdayaan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
EDUKASI— Anggota DPR RI Ade Rezki Pratama sampaikan pentingnya pengawasan BPOM terhadap Obat dan Makanan untuk masyarakat di INS Kayutanam.

PDG. PARIAMAN, METRO–Legislator RI asal Su­matera Barat Ade Rezki Pratama dan Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan kegiatan pemberda­yaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi tentang makanan dan obat-obatan bersama tokoh masyarakat di INS Kayutanam, Jumat (21/7).

 Ade mengungkapkan, kegiatan ini dilakukannya sebagai bentuk kepedulian dan pengawasan kepada masyarakat di Kayutanam. “Kita harus bersyukur ini momen penting mengambil informasi melalui BPOM terkait pengawasan konsumsi masyarakat pada makanan, obat atau kosmetik,” kata Ade Rezki.

Ia mengatakan, selain melakukan pengawasan produk yang digunakan masyarakat luas, BPOM juga memberi ruang ma­syarakat mengembangkan usaha dalam bidang makanan dan obat juga kosmetik.  “BPOM turut memberikan pendampingan kepada warga yang berusaha dalam produksi konsumsi, semua diawasi dan di­berikan ijin sesuai standar kesehatan,” katanya.

Baca Juga  65,6 Kilogram Daun ganja Dimusnahkan

 Dikatakan Ade, obat – obatan bisa saja sama persis dengan obat yang memiliki izin, sehingga ma­syarakat tidak tahu mana yang asli dan mana tidak memiliki izin sehingga beresiko tinggi untuk dikonsumsi. Maka dari itu silahkan di Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kadaluwarsa).

 Sementara itu, Kepala Balai Besar BPOM di Pa­dang Abdul Rahim mengatakan ada beberapa fungsi BPOM, yakni diantaranya fungsi terkait pemeriksaan, sertifikasi, pengujian secara laboratorium, informasi dan komunikasi. Secara umum menjadi pengawasan sebelum dikonsumsi setelah itu baru ada izin edarnya.

Ia mengatakan banyak produk yang dinilai baik oleh masyarakat hanya karena tampilan kemasan tanpa memperhatikan bahannya sehingga akan berdampak pada kesehatan konsumen.  “Seperti ha­nya termakan bujukan iklan kemasan, namun ketika di­konsumsi akan merusak tubuh, korban paling ba­nyak biasanya remaja yang mudah sekali membeli produk sesuka hati,” ujarnya.

Baca Juga  1.998 Tes CPNS Ikuti SKD

BPOM selain menindak produk yang menyalahi aturan, juga melakukan penelitian di laboratorium yang sudah terverifikasi dan diakui hingga luar ne­geri.  “Tugas kita bersama dalam mensosialisasikan ini, kami berharap ketika kita mengetahui Obat, Makanan Olahan, Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik yang tidak sesuai, segera laporkan agar peredarannya tidak meluas dan merusak warga sekitar,” katanya.

 Ia menambahkan, sa­lah satu tanggung jawabnya yang paling penting yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat. “De­ngan harapan agar menjadi tahu, peduli dan juga ikut mengawasi produsen di­lingkungan masyarakat,” ujarnya. (ozi)