POLITIKA

Jelang Pemilu 2024, Mendagri Minta Pj Kepala Daerah Tak Terlibat Politik Praktis

0
×

Jelang Pemilu 2024, Mendagri Minta Pj Kepala Daerah Tak Terlibat Politik Praktis

Sebarkan artikel ini
RAKERNAS— Mendagri Tito Karnavian saat memberikan sambutan dalam Rakernas Apkasi ke-15 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (20/7).

TANGERANG, METRO–Mendagri Tito Karnavian berbicara soal posisi para penjabat (Pj) kepala daerah jelang Pemilu 2024. Tito menginstruksikan agar para penjabat kepala daerah tak terlibat politik praktis dan bersikap netral.

Hal itu disampaikan Ti­to saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ke-15 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Ka­­mis (20/7). Mulanya, Ti­to mengatakan pemilu me­rupakan hal yang sangat penting bagi Indonesia yang mengu­sung sis­tem demokrasi.

“Pada saat Pemilu itulah satu-satunya momentum yang melibatkan seluruh partisipasi rakyat untuk menentukan pemimpin atau perwakilannya. Oleh karena itu memang kita harus sukseskan Pemilu ini dan Pemilu ini hanya bisa sukses melalui orkestrasi, kerja sama berbagai stakeholder,” ujar Tito saat sambutannya.

“Stakeholder yang paling utama adalah penyelenggara Pemilu karena kita memiliki penyelenggara yang independen, KPU kita berharap bisa melaksanakan tugasnya dengan baik di semua jajaran sampai ke daerah KPUD-nya dan itu tidak mudah karena melibatkan jutaan sampai dengan ad hoc di TPS-TPS,” sambung dia.

Baca Juga  Bentuk Rumah Relawan, PPP Kuatkan Dukungan buat Caleg di Pemilu 2024

Tito pun menuturkan berbagai peran pemerintah dalam menjaga situasi dan keamanan tetap stabil jelang Pemilu 2024. Untuk itu, dia berharap para kepala daerah dapat memanfaatkan tim pengendalian konflik sosial untuk meminimalisir potensi konflik yang ada.

“Kemudian peran pemerintah sangat penting sekali terutama baik dalam memberikan data potensial pemilih (DPT) sudah kami berikan dari Dukcapil Kemendagri, kemudian ju­ga untuk menjaga situasi politik dan keamanan tetap stabil,” tutur dia.

“Ini yang kami harapkan rekan-rekan kepada daerah, temen-temen bupati, termasuk wali kota dan gubernur memanfaatkan betul tim pengendalian konflik sosial, Undang-Undangnya sudah ada sehingga setiap potensi masalah konflik yang ada cepat untuk diselesaikan, proaktif, jangan sampai responsif sebelum meledak,” imbuhnya.

Di tahun politik ini, Tito juga meminta agar kontestasi politik tak menganggu pemerintahan dan pelayanan publik yang ada. Tito mengatakan tanggung jawab kepala daerah untuk membangun pemerintahannya tetap harus berjalan.

Baca Juga  Soal PDIP Koalisi atau Oposisi, Said Abdullah: Semua di Tangan Megawati

“Ketiga, karena ini adalah tahun politik dan kecenderungan temen-temen kepala daerah untuk ikut dalam kontesatasi politik, apalagi kader partai politik, kita harus menjaga pemerintah tetap berja­lan, jangan sampai kemudian pemerintahan pelayanan publik terganggu karena sibuk untuk berkontestasi sendiri atau sibuk untuk pemenangan partai. Tanggung jawab kepala daerah untuk membangun harus tetap berjalan, pemerintah harus tetap stabil, pelayanan publik harus tetap terjaga,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Tito pun menjelaskan posisi penjabat (Pj) kepala daerah. Dia meminta para Pj tak ikut dalam politik praktis pemenangan siapapun.

“Khusus untuk temen-temen yang Pj, banyak bupati dan gubernur yang Pj, saya tegaskan dalam ke­sempatan ini. Saya minta rekan-rekan menjaga keberlangsungan pemerintahan dan mengambil posisi netral, tidak ikut da­lam politik praktis peme­na­ngan siapapun, khusus untuk temen-temen Penjabat karena rekan-rekan birokrat,” ujar Tito. (*/rom)