METRO PESISIR

Jalan Terancam Putus Total, Ribuan Masyarakat Koto Lamo Terancam Terisolasi

0
×

Jalan Terancam Putus Total, Ribuan Masyarakat Koto Lamo Terancam Terisolasi

Sebarkan artikel ini
Kepala BPBD Ramadinol bersama wali nagari Koto Lamo melakukan ceking bencana
CEK JALAN TERBAN— Kalaksa BPBD Ramadinol bersama Wali Nagari Koto Lamo melakukan ceking di lokasi jalan terban.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Masyarakat Nagari Koto Lamo, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, terancam terisolasi akibat jalan satu-satunya sebagai jalur lalu lintas ke Ibu Kota Kecamatan dan Kabupaten, terancam putus total. Ini dampak dari luapan air su­ngai Lubuak Tunjam yang terus menghantam dinding jalan.  Meluapnya air su­ngai karena tingginya intensitas hujan yang hampir merata terjadi di Sumatera Barat sejak Jumat 14 Juli 2023.

Keluhkan itu disampaikan Wali Nagari Koto Lamo Kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) PB BPBD Kabupaten Limapuluh Kota yang di­pimpin langsung Kalaksa BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Rahmadinol saat melakukan ceking bencana Sabtu, (15/7).

Tidak saja mengeluh terkait dampak luapan air su­ngai yang mengancam terputusnya akses jalan, namun juga mengeluhkan ti­dak bisa menjual hasil pertanian terutama gambir yang saat ini harganya cu­kup bagus, bila jalan satu-satunya itu putusa dikikis luapan air sungai.

Baca Juga  OPD harus Berani Lahirkan Inovasi Baru

”Saat kita melakukan ceking bencana ke sejumlah daerah, termasuk Nagari Koto Lamo, di Kecamatan Kapur IX, masyarakat melalui Walinagari mengeluhkan terancamnya akses jalan akibat luapan air sungai Tunjam yang terus mengikis dinding jalan,” sebut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol kepada awak media disela-sela kunjungan ce­king bencana.

Ia juga menambahkan, kondisi tersebut dikhawatirkan juga akan berdampak pada distribusi barang dan ekonomi masyarakat. Se­bab mereka tidak bisa menjual hasil pertanian karena gangguan jalan. Sehingga, akan membuat harga-harga kebutuhan pokok masya­rakat menjadi mahal dan sulit.

Baca Juga  Usulkan Pembangunan Insfratruktur, Wali Kota Pariaman Yota Balad Temui Menteri PU

”Masyarakat juga me­ngeluhkan tidak bisa menjual hasil pertanian terutama gambir karena terganggunya akses jalan, padahal menurut masyarakat saat ini harga jual Gambir sangat bagus,” sebutnya.

Di Nagari  Koto Lamo ,Kecamatan Kapur IX, penduduk yang berjumlah  900 KK dan  3.000 Jiwa terancam terisolasi, karena jalan satu-satunya terganggu. Kalaksa BPBD yang turun bersama Tim Reaksi Cepat akan melaporkan kondisi tersebut secara berjenjang , sehingga bisa di sikapi dengan cepat. ”Kita akan segera me­nyampaikan kepada pihak atau instansi terkait guna disikapi dengan cepat sebelum jalan itu benar-benar putus. Sehingga, dengan antisipasi yang tepat maka kecemasan dan kekhawatiran masyarakat tidak akan terjadi,” sebutnya. (uus)