JAKARTA, METRO–Tagar dengan cuitan #TiktokAncamanUMKM menggema di media sosial Twitter. Bahkan sempat menjadi trending topic. Hal itu terkait pernyataan Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) RI Teten Masduki dan legislator di DPR yang menyebut aplikasi sosmed asal Tiongkok itu bisa mengancam para pengusaha UMKM dalam negeri.
Pantauan JawaPos.com, Jumat (14/7) malam, tercatat ada sejumlah netizen yang berkomentar ada yang menanggapi berita dari media massa dan langsung memberi komentar terkait kekhawatirannya. Mereka juga meminta sikap dari para pejabat negara. Bahkan salah satu akun menanggapi video supaya Mahfud MD turun tangan dengan narasi ‘Pak Mahfud MD (Plt. Menkoinfo Yuk Turun Tangan Selamatkan UMKM’.
Karena Mahfud MD lah disebut selaku Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang bisa menyelamatkan pelaku UMKM.
“Berharap pak @mohmahfudmd @ZUL_Hasan bisa segera cari solusi. #TiktokAncamanUMKM,” cuit akun @libfary.
Akun lain juga meminta pemerintah memproteksi UMKM. Sebab belakangan strategi dagang diam-diam Tiktok terungkap dan menjadi perhatian menteri Teten mengenai Project S. Project S sendiri dicurigai menjadi cara perusahaan untuk mengoleksi data produk yang laris manis di suatu negara, untuk kemudian diproduksi di Tiongkok.
“Wah bahaya nih project s tiktok shop bisa pembunuh umkm ri, sebaliknya di dicegah deh dari pada bisa mematikan umkm negara kita #Tiktok AncamanUMKM,” cuit Sinta Dewi.
Akun lain juga sama menyoroti nasih UMKM. “Gini amat nasib UMKM. Kalau kaya gini jadi pesimis UMKM bakal bisa berkembang pesat. Pak @mohmahfudmd tolok pak,” cuit Nurul dengan akun @nunuykuy.
Untuk diketahui, selain kritik dari Teten, kemarin soal Project S TikTok juga menjadi sorotan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Amin AK dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-30 Masa Sidang V 2022-2023.
Amin menyinggung Project S TikTok yang disebutnya sebagai salah satu platform yang bisa membunuh UMKM Indonesia. Karena aplikasi media sosial asal Tiongkok itu sangat memanfaatkan pasar Indonesia yang sangat besar untuk meraup keuntungan.
Menurutnya, manuver TikTok mengancam keberlangsungan UMKM Tanah Air. Pasalnya, sosial media yang memiliki aplikasi e-commerce itu bisa menganalisis tren perilaku konsumen Indonesia demi keuntungan pelaku usaha Negeri Tirai Bambu.
“Kami sadar, TikTok berhasil menganalisis tren perilaku konsumen Indonesia, kemudian meminta UMKM Tiongkok untuk memproduksi barang yang laris di Indonesia. Lalu, produknya dipasarkan melalui Project S, dengan promosi besar-besaran dan harga murah,” beber Politikus PKS itu.
Bahkan Amin meminta Ketua DPR Puan Maharani dan jajaran pimpinan mendesak pemerintah untuk serius memberangus “penjajahan asing” dalam urusan perdagangan online.
Amin juga menuturkan, berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada 2022 nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai Rp 476,3 triliun.
“Namun, sayangnya dari nilai transaksi sebesar itu, Rp 428,67 triliun atau 90 persennya dinikmati produsen luar negeri, terutama Tiongkok,” tegas Amin di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/7). (jpn)





