SEB.PADANG, METRO–Hujan deras sejak Kamis (13/7) sore hingga Jumat (14/7) pagi, mengakibatkan sebagian besar wilayah Kota Padang terendam banjir. Musibah banjir tersebut juga mengakibatkan sejumlah mayat atau jasad yang terbungkus dengan kain kafan keluar dari pemakaman di Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan akibat longsor.
Kondisi itu diketahui pertama kali pada Jumat (1/7) berdasarkan informasi dari warga. Dalam salah satu postingan yang diunggah pemilik akun Facebook Alfi Andri, disebutkan bahwa lokasi pemakaman berada di pandam perkuburan Seberang Padang.
“Bagi warga ACTS yang ada keluarganya yang dikebumikan di pandam perkeburan seberang Padang dapat datang ke seberang Padang karena longsor jenazah banyak keluar dibawa air,” tulisnya.
Sedangkan pada pemilik akun facebook, Devo, tampak membagikan kondisi terkini kuburan tersebut disertai sejumlah video pada Grup Facebook Ikatan Keluarga Koto Anau yang beranggotakan sekitar 3,3 ribuan orang itu.
Selain di Seberang Padang, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam berubah jadi danau. Air menutup seluruh permukaan tanah kuburan yang berada di Kecamatan Kototangah tersebut.
Menanggapi hal itu, Kapolsek Padang Selatan AKP Nanang Irawadi membenarkan kejadian tersebut saat dihubungi awak media. “Betul, karena diterjang longsor akibat hujan deras. Kita sudah ke lokasi dan memang ada jenazah yang keluar,” ujarnya.
Nanang melanjutkan, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah jasad yang keluar longsor yang menerjang pemakaman.
Selain polisi, warga dan instansi terkait ikut membantu evakuasi mayat yang masih terbungkus kain kafan tersebut. Longsor terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Padang sejak kemarin.
“Longsornya merata, dekat makam itu. Kemungkinan banyak mayat yang terbawa longsor. Evakuasi mayat juga kekurangan tenaga, karena BPBD dan instansi lain juga bantu evakuasi banjir yang lain,” katanya.
Hingga kemarin, foto-foto dan video jasad yang terseret longsor di TPU yang terletak di Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan itu viral di media sosial.
Kumpulkan Kerangkan
Terpisah, Sekretaris BPBD Padang Robert Chandra Eka Putra, mengatakan pihaknya telah menugaskan personel melakukan evakuasi jasad tersebut. “Kita minta petugas membawa kantong mayat untuk mengumpulkan kerangka mayat yang terbawa longsor tersebut,” kata Eka.
Dijelaskan, saat ini kuburan tersebut sudah ada keluarga yang menunggu di sana dan pihaknya mencoba melakukan evakuasi mengumpulkan bagian tubuh mayat yang terseret longsor.
Ia juga meminta personel mengumpulkan rangka mayat agar tidak bercampur dengan mayat lainnya. “Jika telah dikumpulkan maka akan kita serahkan kepada keluarga dan jika ada yang tidak memiliki keluarga maka akan kita amankan,” kata Eka.
BPBD Padang juga mencatat ada empat titik longsor yang terjadi di Kota Padang akibat hujan deras yang mengguyur daerah setempat sejak Kamis malam.
Sejauh ini ada dua korban jiwa yang tertimpa longsor di kawasan Bukit Gado-Gado Kota Padang. Selain itu ada 32 titik longsor yang terjadi di daerah setempat dan petugas gabungan terus berupaya melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
Selain itu, hujan deras yang melanda Kota Padang sejak Kamis malam hingga Jumat pagi menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Di beberapa titik, sebagian masyarakat juga telah mengungsi ke masjid, posko-posko darurat dan tempat lainnya. Selain itu, beberapa kawasan juga terlihat belum tersentuh oleh bantuan instansi terkait. (cr2)






