BERITA UTAMA

Ibu Beranak 4 Tewas Minum Racun

0
×

Ibu Beranak 4 Tewas Minum Racun

Sebarkan artikel ini

PADANGPARIAMAN, METRO – Frustasi karena ada masalah keluarga dan masalah ekonomi, seorang ibu rumah rumah tangga (IRT) di Berok, Korong Aie Mondak Puncuang Anam, Nagari Tandikat Selatan, Kecamatan Patamuan, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara meminum cairan pembasmi rumput, Kamis (24/1) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban yang diketahui berinisial IS (39) pertama kali ditemukan oleh anak-anaknya yang saat itu sudah dalam kondisi kritis dan tergeletak. Mulutnya sudah berbusa dan muntah-muntah akibat reaksi dari meminum cairan pembasmi rumput tersebut. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, karena racun dari cairan pembasmi hama rumput itu sudah sangat beraksi, dan korban telah meminum banyak cairan tersebut, membuat nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter rumah sakit Padangpariaman di Parit Malintang.
Setelah itu, jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Meninggalnya korban dengan cara bunuh diri setelah menenggak cairan pembasmi rumput itu membuat warga setempat gempar. Warga berbondong-bondong mendatangi rumah korban dan tidak menyangka kalau korban akan meninggal dunia dengan cara yang sangat miris tersebut.
Pasca kejadian itu, petugas Polsek VII Koto Sungai Sariak yang mendapatkan laporan adanya kejadian bunuh diri, langsung mendatangi kediaman korban. Disana Polisi melakukan identifikasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti berupa botol kemasan cairan pembasmi hama rumput sebagai alat yang digunakan oleh korban untuk bunuh diri.
Kanit Reskrim Polsek VII Koto Sungai Sariak, Bripka Iswandi mengatakan korban dikabarkan meminum racup pada hari Kamis pagi (24/1). Korban usai meminum cairan pembasmi hama rumput iru langsung muntah-muntah sehingga oleh pihak keluarga dan warga setempat memabwa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Korban sempat diberika perawatan oleh pihak rumah sakit. Tapi karena kondisi korban yang sudah kritis akibat meminum cairan racun tersebut sehingga korban akhirnya meninggal dunia Jumat (25/1) sekitar pukul 18.30 WIB. Dari keterangan dokter, memang penyebab korban meninggal karena keracunan,” kata Iswandi.
Iswandi menjelaskan setelah dinyatakan meninggal, korban kemudian dibawa ke rumah duka dan Sabtu (26/1), korban dimakamkan di pemakaman Tandikat Selatan, Sabtu (26/1). Menurut informasi, bahwa korban meninggalkan empat orang anak yang masih kecil dan korban yang selama ini menafkahi seluruh anaknya tersebut.
“Kalau dugaan, korban bunuh diri karena masalah keluarga dan beban ekonomi yang ditanggungnya. Sehingga korban memilih menyelesaika masalah tersebut dengan mengakhiri hidupnya dengan minum racun. Meskipun tidak ada pihak korban yang menuntut terhadap penyebab meninggalnya korban, kami akan tetap melakukan penyidikan lebihlanjut,” pungkasnya. (z)