METRO PADANG

PT Peringati HUT ke-65 Pengambilalihan Pabrik, Semen Padang Panen Perdana Kaliandra di Area Reklamasi Bekas Tambang

0
×

PT Peringati HUT ke-65 Pengambilalihan Pabrik, Semen Padang Panen Perdana Kaliandra di Area Reklamasi Bekas Tambang

Sebarkan artikel ini
PANEN PERDANA— Direktur Operasi PT Semen Padang Indrieffouny Indra melakukan panen perdana tanaman kaliandra di area reklamasi bekas tambang batu kapur. Kaliandra yang ditanam pada tahun 2022 ini, digunakan untuk mensubstitusi bahan bakar batubara pada proses produksi semen.

INDARUNG, METRO–Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Pengambilalihan Pabrik dari Belanda, PT Semen Padang melakukan panen perdana tanaman kalian­dra yang ditanam se­ba­nyak 4000 batang di area rek­lamasi bekas tambang batu kapur perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ter­sebut, Jumat (7/7).

Panen tanaman ber­kalori tinggi dengan nama latin Calliandra calothy­rsus yang berasal dari Meksiko dan sangat ber­man­faat untuk dijadikan se­bagai bahan bakar yang dapat mensubsistusi batu­bara itu, dilakukan oleh Direktur Utama PT Semen Padang Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa, ber­sama Direktur Operasi PT Se­men Padang Indrieffou­ny Indra.

Pada panen kaliandra itu, turut hadir sejumlah staf pimpinan PT Semen Padang. Di antaranya, Kepala Departemen Tambang & Pengelolaan Bahan Baku Sumarsono, Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan Iskandar Z Lubis, Kepala Unit Operasi Tambang Hendri Priparis, dan Kepala Unit Pe­rencanaan & Pengawa­san Tambang Dedi Muhamad Sidiq.

Direktur Utama PT Semen Padang Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa me­nga­takan ada sekitar 4000 kaliandra merah yang ditanam di area reklamasi bekas tambang batu kapur ini. Kaliandra merah ini ditanam pada tahun 2022. Dan, sekarang ini ribuan tanaman kaliandra itu sudah bisa dipanen dan siap untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang dapat mensubstitusi batubara.

“Sebenarnya kaliandra merah di area reklamasi bekas tambang ini sudah dipanen sejak Juni kemarin. Penan hari ini hanya simbolisnya saja. Renca­na­nya di pertengahan Agustus mendatang, kaliandra merah yang dipanen ini akan kami gunakan untuk uji coba sebagai bahan bakar produksi semen di pabrik Indarung V,” kata Asri Mukhtar didampingi Direktur Operasi Indrieffouny Indra.

Untuk uji coba tersebut, kata Asri Mukhtar melanjutkan, PT Semen Padang menyiapkan sekitar 150 ton kaliandra. “Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Semen Padang saat ini juga tengah melakukan panen kaliandra merah dibeberapa kawasan perhutanan sosial di Sumbar yang penanamannya juga dilakukan bersamaan dengan kaliandra merah yang dipanen di area reklamasi bekas tambang ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasi Indrieffouny Indra menyebut saat ini PT Semen Padang tengah gencar melakukan penanaman kaliandra merah di lingkungan perusahaan. Bahkan selain di area reklamasi bekas tambang batu kapur, PT Semen Padang juga menyiapkan sekitar 19 Ha lahan emplasemen perusahaan untuk ditanami kaliandra merah.

“Kaliandra merah ini adalah bahan bakar energi terbarukan. Kaliandra yang dipanen hari ini merupakan bibit yang dibawa dari Sulawesi Selatan. Bibit ini kemudian kami kem­bangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung pemerintah daerah dalam program pemberdayaan ma­sya­rakat sekitar perhutanan sosial,” kata Indrieffouny.

Pemberdayaan ma­sya­rakat sekitar perhutanan sosial melalui penanaman kaliandra ini, juga sejalan dengan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ten­tang Pengembangan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Bahkan bersama dengan KLHK, PT Semen Padang telah menandatangani ke­sang­gupan/deklarasi mendukung usaha pengembangan KUPS di Hari Ling­kungan Hidup Sedunia ta­hun 2023.

Sebagai bentuk k­e­sang­­gupan tersebut, PT Se­men Padang juga telah bekerjasama dengan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh untuk penyediaan 500 ribu bibit kaliandra merah. “Kebutuhan kita 100 juta bibit. Tahap awal ini dimulai dengan 500 ribu bibit. Disamping kerjasama dengan Politeknik Pertanian Payakumbuh, kita juga telah membudidayakan sekitar 140 ribu bibit kaliandra dilahan sendiri,” ujarnya.

“Artinya, jauh sebelum penandatangan kesanggupan/deklarasi tersebut, kami di Semen Padang juga sudah bekerjasama dengan masyarakat sekitar perhutanan sosial atau KUPS untuk menanam kaliandra merah. Karena, kaliandra merah bernilai ekonomis. Selain batangnya bermanfaat sebagai bahan bakar alternatif, daunnya juga bisa untuk pakan ternak dan bunganya untuk konsumsi madu,” pungkas Indrieffouny. (ren/rel)