METRO PESISIR

Tekan Angka Stunting, Diskes Padangpariaman Sosialisasikan PMT Lokal

0
×

Tekan Angka Stunting, Diskes Padangpariaman Sosialisasikan PMT Lokal

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI PMT— Kadiskes Parioaman Aspinuddin melakukan sosialisasi pemberian makanan tambahan dengan pangan lokal untuk penanganan stunting.

PDG. PARIAMAN, METRO–Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman Aspinuddin meminya kepada semua perangkat dalam nagari agar bersama sama memberikan makanan tam­bahan berbasis bahan pangan lokal.

“Pemberian makanan tambahan de­ngan bahan pangan lokal akan dimulai dari anak ba­lita dengan kondisi berat badan tidak naik atau was­ting,” kata Kadis Kesehatan Padangpariaman Aspinuddin Darab, kemarin, bersama kader dan para wali nagari serta PKK.

Katanya, ini perlu dilakukan untuk mengatasi wasting yang jumlah kasusnya terus naik. Peme­nuhan gizi pada anak terus dikejar untuk menurunkan angka tengkes nasional. “Wasting merupakan kondisi anak yang berat ba­dannya menurun seiring waktu, biasanya akibat diare, sehingga total berat badan jauh di bawah standar kurva pertumbuhan berdasarkan tinggi badan,” ujarnya.

Baca Juga  Lestarikan Budaya dengan Alek Nagari di Kabupa­ten PadangPariaman

Sementara katanya, stunting atau tengkes me­rupakan tinggi badan ren­dah menurut usia anak atau gangguan tumbuh kembang akibat kekura­ngan gizi yang parah se­hingga anak menjadi pen­dek atau sangat pendek.

“Karena itulah perlu  program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal me­nyasar anak balita dan ibu hamil kurang gizi. Namun, berbeda dengan program PMT sebelumnya, saat ini pemerintah fokus me­nya­sar anak balita dengan kondisi berat badan tidak naik,” ujarnya.

Jika program PMT lokal ini dapat dijalankan de­ngan baik  jelasnya, seti­daknya perekonomian di daerah penghasil bahan pangan lokal akan me­ningkat, kemudian masalah tengkes dan ’wasting’ akan dapat teratasi. “Sebelumnya, PMT berfokus pada anak balita kurang gizi dan ibu hamil kurang energi kronik (KEK). Perbedaan dengan hari ini, sekarang kita akan mulai dari anak balita yang angka timba­ngannya tidak naik karena kenyataannya angka anak balita wasting justru me­ningkat dibandingkan de­ngan tengkes,”  ujarnya.

Baca Juga  RPJMD Desa harus Sejalan dengan RPJMD Kota

Jadi katanya, sosialisasi dan edukasi yang diadakan sekarang kepada Walinagari, PKK Nagari, Kader tentang makanan tambahan berbasis bahan pangan lokal ini. Sehingga  sosia­lisasi ini cepat sampai ke tengah tengah masya­ra­kat.

“Karena itulah duku­ngan semua pihak sangat menentukan agar sosia­lisasi yang kita adakan ini berguna dalam mencegah dan menurunkan angka stunting  di Padangpariaman,” tandasnya meng­akhiri.(efa)