PADANG, METRO–Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan dua kota di Provinsi Sumatra Barat pada Juni 2023 mengalami deflasi. Penurunan tarif angkutan udara memberikan andil terhadap deflasi yang dialami setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi tersebut.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatra Barat Endang Kurnia Saputra menyebutkan, berdasarkan berita resmi Badan Pusat Statistik (BPS), IHK umum Sumatra Barat tercatat deflasi sebesar -0.03 persen (month to month/mtm) pada Juni 2023. Menurun dibanding realisasi bulan Mei yang mengalami inflasi sebesar 0,38 persen (mtm).
“Sementara secara tahunan, inflasi Sumatera Barat pada Juni 2023 sebesar 2,95 persen year on year (yoy), turun dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 4.19 persen yoy,” kata Dadang melalui siaran pers, Rabu (5/7).
Dadang menambahkan, secara spasial Kota Padang mengalami deflasi sebesar 0,03 persen (mtm), turun dibanding bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,40 persen (mtm). Secara tahunan, realisasi inflasi Kota Padang sebesar 3.03 persen yoy turun dibanding realisasi ulan sebelumnya.
“Sementara Kota Bukittinggi mengalami inflasi sebesar 0,09 persen mtm, melambat dibanding realisasi bulan Mei 2023 yang sebesar 0,18 persen mtm. Secara tahunan, inflasi Kota Bukittinggi pada Juni 2023 sebesar 2,34 persen, menurun dibanding bulan sebelumnya,” jelasnya.
Menurut Dadang, deflasi gabungan dua kota di Sumatra Barat tersebut pada Juni 2023 dipengaruhi oleh kelompok transportasi yang mengalami deflasi -1,72 persen mtm dengan andil sebesar -0,27 persen mtm. Deflasi kelompok ini bersumber dari penurunan tarif angkutan udara dengan andil -0,22 persen dan bensin dengan andil -1,36 persen mtm.
“Tarif angkutan udara mengalami penurunan akibat permintaan masyarakat yang tidak setinggi pada periode Idul Fitri dan melandainya harga bahan bakar avtur. Sementara harga bensin turun seiring dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku sejak 1 Juni 2023,” katanya.
Lebih jauh Dadang menyebutkan, deflasi lebih dalam tertahan terutama oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang inflasi sebesar 0,65 persen (mtm) dengan andil 0,20 persen (mtm). Secara umum, deflasi gabungan dua kota di Sumatera Barat pada Juni 2023 dipengaruhi oleh turunnya berbagai komoditas yang diatur pemerintah serta harga berbagai komoditas pangan.
“Membaiknya realisasi inflasi tahunan Sumatra Barat sehingga berada pada kisaran target inflasi didukung oleh sinergi yang kuat dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengendalikan harga serta memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pasokan terutama pada periode Idul Adha 1444 H,” tandasnya. (rgr/rel)






