BUKITTINGGI, METRO–Menatap masa depan Sumatera Barat yang lebih baik tidak terlepas dari tumbuh berkembangnya generasi-generasi yang baik serta sadar dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di setiap nagari -nagari di Minangkabau.
Hal ini disampaikan ketua DPRD Sumbar, Supardi saat membuka Workshop dengan tema “Menggali Potensi Nagari untuk Merancang Sebuah Festival” yang dilaksanakan di salah satu hotel di Bukittinggi. Senin (26/6).
Kegiatan workshop melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) Supardi ini diikuti para Ninik Mamak dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.
Sebagai anggota dewan, melalui dana Pokok Pikirannya, Ketua DPRD Sumbar selalu berupaya membuat kegiatan – kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Barat seperti Pertemuan Pilar-Pilar Sosial, Penyuluhan Sosial, Bimbingan Teknis dan banyak lagi kegiatan yang bersifat sosial lainnya.
Dalam kesempatan itu, Supardi menyampaikan Niniak Mamak memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda di Minangkabau.
Sebagai pemangku adat, Niniak Mamak punya tanggung jawab berat untuk melindungi anak, kemenakan, suku, kampung dan nagarinya sendiri agar generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, terlibat dalam tindakan asusila, atau perbuatan melanggar hukum lainnya.
Supardi mengingatkan, ancaman degradasi moral di kalangan generasi muda kian tak terbendung. Maka dari itu, sangat dibutuhkan peran Niniak Mamak untuk membentengi dan membekali anak-anak muda dengan akhlak yang baik. Sesuai dengan ajaran Islam dan adat Minang.
“Saat ini tugas ninik mamak sangat berat. Perkembangan zaman telah banyak berubah dan mempengaruhi anak kemenakan, untuk melakukan hal-hal negatif. Kita berharap, peran ninik mamak menjaga agar generasi muda tidak terjerumus kedalam perbuatan-perbuatan tercela,” kata Supardi.
“Para ninik mamak mempunyai ikatan emosional yang kuat bagi masyarakat di Minangkabau, dan lembaga adat yang merupakan mitra pemerintah merupakan modal untuk memperkuat masyarakat adat di nagari,” tambah Supardi.
Supardi berharap, dari kegiatan ini akan lahir sebuah kesimpulan bagaimana menatap masa depan Sumatera Barat yang lebih baik.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kadis Kebudayaan Sumbar diwakili Kabid Kesenian dan Diplomasi Budaya, Husin Daruhan dan Prof Raudha Thaib. (hsb)





