BERITA UTAMA

Survei Indometer: Elektabilitas Gerindra Melonjak, Nasdem terus Turun

0
×

Survei Indometer: Elektabilitas Gerindra Melonjak, Nasdem terus Turun

Sebarkan artikel ini
GERINDRA— Elektabilitas Partai Gerindra terus naik bahkan berpeluang menyalip PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu 2024.

JAKARTA, METRO–Temuan survei yang dilakukan Indome­ter menunjukkan kenaikan signifikan elekta­bi­litas Partai Gerindra hingga membayangi PDIP. Di mana selama ini PDIP selalu berada pada posisi unggul.

Elektabilitas Gerindra naik dari 11,7 persen pada survei Februari 2023 menjadi 14,8 persen pada April 2023, dan kini mencapai 16,0 persen. Sementara itu pada periode yang sama PDIP dari 19,0 persen menjadi 16,7 persen, kini naik tipis menjadi 17,3 persen.

Nasib berbeda dari pihak Anies Baswedan, di mana Partai Nasdem sebagai partai pengusung­nya terus turun elektabilitasnya. Elektabilitas Nasdem kini tinggal sebesar 2,3 persen.

“Elektabilitas Gerindra membayangi PDIP, sementara itu Nasdem terus me­lorot,” kata Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer Leonard SB dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/6).

Baca Juga  Survei Poltracking: Elektabilitas Prabowo-Gibran di Jatim Tembus 60,1 Persen

Menurut Leonard, persaingan antara PDIP dan Gerindra memperlihatkan fenomena efek ekor jas (coattail effect). “Makin jelas kaitan antara Pilpres dan Pileg, di mana partai yang mengusung tokoh sebagai capres berpeluang untuk terdongkrak elektabilitasnya,” jelas Leonard.

Lonjakan elektabilitas Gerindra terjadi ketika terjadi percepatan situasi politik pencapresan, di mana Prabowo menjadi faktor signifikan. PDIP memutuskan untuk mempercepat deklarasi pencapresan Ganjar.

“Langkah tersebut berhasil menahan tren penurunan, bahkan bisa sedikit menaikkan meskipun elektabilitasnya belum pulih sepenuhnya,” tandas Leonard.

Meskipun demikian PDIP harus mewaspadai kemungkinan Gerindra ba­kal menyalip, atau mengakhiri keunggulan PDIP selama ini. “Tekad PDIP untuk mencetak hattrick atau menang tiga periode berturut-turut bisa jadi kandas, jika tren Gerindra te­rus naik,” tegas Leonard.

Baca Juga  Ambulans Seruduk Bus yang Parkir di Pinggir Jalan, Kabupaten Tanahdatar

PDIP dan Gerindra mendominasi elektabilitas partai politik, dengan selalu menempati peringkat pertama dan kedua. Partai-partai di bawahnya cenderung stabil, yaitu Golkar (8,8 persen), PKB (7,0 persen), Demokrat (6,2 persen), PSI (5,8 persen), dan PKS (4,4 persen).

“Lambatnya sikap partai-partai lain untuk mendeklarasikan pencapresan Anies dan berlarut-larutnya penentuan siapa ca­wapres pendamping Anies tidak menolong Nasdem untuk mendapatkan efek ekor jas serupa,” ujar Leonard.

Survei Indometer dilakukan pada 5-10 Juni 2023 terhadap 1.200 responden di seluruh provinsi di Indonesia, yang dipilih secara acak bertingkat survei (mul­tistage random sampling). Margin of error survei sebesar ±2,98 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (jpg)