PAYAKUMBUH/50 KOTA

Turunkan Prevalensi Stunting, Pj Wali Kota Luncurkan Gemari dan DASHAT

0
×

Turunkan Prevalensi Stunting, Pj Wali Kota Luncurkan Gemari dan DASHAT

Sebarkan artikel ini
BERIKAN MAKANAN TAMBAHAN— Pj Wali Kota Rida Ananda memberikan makanan bergizi kepada balita untuk mengatasi stunting di Kota Payakumbuh.

POLIKO, METRO–Pj. Wali Kota Payakumbuh secara resmi meluncurkan Pos Gizi – Gemar Makan Ikan (Gemari) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) untuk percepatan penanganan stunting di Payakumbuh. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Ngalau Indah Balai Kota Payakumbuh, Senin (19/6) itu dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi A­gus, unsur Forkopimda, Sekda Kota Payakumbuh Dafrul Pasi, ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Ny. Chece Rida Ananda, Asisten I,II dan III, OPD, camat dan lurah se-Kota Payakumbuh serta tamu undangan lainnya. ”Ini merupakan upaya kita dalam percepatan penurunan stunting di Payakumbuh. Dan ini me­rupakan salah satu program prioritas nasional yang harus kita dukung bersama-sama. Presiden telah mengeluarkan Pe­raturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stun­ting ini,” kata Pj. Wako Pa­yakumbuh Rida Ananda. ”Makanya, melalui pos gizi, Gemari dan DASHAT kita harapkan bisa memenuhi gizi seimbang bagi balita stunting, terutama dari keluarga kurang mam­pu. Sehingga menjadikan Kota Payakumbuh zero stunting,” tambahnya.

Pj. Wako menyebut, berdasarkan target nasional hingga tahun 2024, harus dicapai penurunan prevalensi stunting sebesar 14%. Kota Payakumbuh juga menetapkan target sebesar 14% untuk tahun 2024. ”Meskipun tantangannya besar, target ini sangat relevan dan dapat dicapai jika kita bekerja bersama. Pada akhir tahun 2023, penurunan angka stunting di Kota Payakumbuh harus me­nunjukkan perubahan yang signifikan. Saya ti­dak ingin melihat kasus stunting di Kota Payakumbuh masih meningkat tahun ini atau 2024 nanti,” ujarnya.

Rida mengajak semua elemen untuk lebih serius dan berkomitmen dalam mempercepat penurunan stunting, melalui kerja nyata, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja berkualitas. Karena intervensi untuk mempercepat penurunan stunting perlu dilakukan dengan spesifik, sensitif, dan terpadu oleh semua pihak yang terlibat di daerah ini.

”Kita perlu membangun sinergi, kolaborasi, dan akselerasi bersama masyarakat, sektor swasta, organisasi non pemerintah, dunia usaha, dunia kerja, lembaga pendidikan tinggi, dan pihak-pihak lainnya,” ucapnya. ”Tanpa komitmen dan sinergi yang kuat, serta tindakan cepat untuk menyelamatkan generasi bangsa ini dari ancaman stunting, gerakan kita hari ini tidak akan memberikan dam­pak yang diharapkan,” tu­kuknya.

Sementara itu ketua TPPS yang juga Sekda Kota Payakumbuh Dafrul Pasi, telah dilakukan pendampingan oleh 276 Tim Pendamping Keluarga (TPK) terhadap keluarga yang beresiko stunting. ”Selama 2023 ini tim kita telah melaksankan pendampingan kepada 32 calon pengantin, 294 ibu hamil, 79 pasca salin dan 597 Baduta dan Balita,” terangnya.

”Berdasarkan analisa situasi kita tahun 2023 ditetapkan 19 kelurahan prioritas I penanganan stunting berdasarkan presentase keluarga beresiko stunting. Dan berdasarkan penimbangan po­syan­du Februari lalu, jumlah balita pendek dan sa­ngat pendek sebanyak 322 orang prevalensi stunting 3,53 persen,” lanjutnya. ”Kita telah upayakan pen­cegahan secara preventif dan integratif melalui delapan aksi konvergensi termasuk upaya penyediaan makanan tambahan bagi balita, edukasi gizi dan sanitasi layak bagi keluarga dan ibu hamil,” pungkasnya. Dikesemlatan itu juga diberikan bantuan dari Bapak Asuh A­nak Stunting kepada 18 anak stunting yang ada di Payakumbuh berupa makanan gizi tambahan untuk menambah asupan gizi bagi Baduta dan Balita. (uus)