BERITA UTAMA

Transaksi Diperkirakan Capai Rp250 Miliar, Dikunjungi 300 Ribu Orang, Penas KTNA ke XVI di Sumbar Terbaik

0
×

Transaksi Diperkirakan Capai Rp250 Miliar, Dikunjungi 300 Ribu Orang, Penas KTNA ke XVI di Sumbar Terbaik

Sebarkan artikel ini
BErbayar Arfan
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Wagub, Audy Joinaldy

PADANG, METRO – Hari ini, Kamis (15/6) Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-XVI Ta­hun 2023 resmi ditutup. Penutupan dilaksanakan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Lanud Sutan Sjah­rir Padang,

Perhelatan Penas KTNA XVI digelar sejak 10 Juni 2023. Sejak awal sudah memperlihatkan kemega­han­nya. Hal ini dikare­na­kan Pemerintah Provinsi Suma­tra Barat (Pemprov Sum­bar) di bawah kepe­mim­pinan Gubernur Sum­bar, Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur (Wa­gub) Audy Joinaldy menyiap­kannya dengan matang.

Event nasional yang dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) diwa­kili Menteri Kordinator (Men­ko) Perekonomian Airlang­ga Hartarto secara virtual ini dihadiri Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, 14 gubernur, 300 bupati wali kota dan 28 ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

Kehadiran petani dan nelayan di Penas KTNA XVI yang jumlahnya men­capai 28 ribu berdampak cukup besar bagi kehidu­pan dan perekonomian ma­syarakat Kota Padang.

­Hotel-hotel penuh. Ma­syarakat Kota Padang juga menerima manfaat de­ngan menyewakan rumah-rumah mereka untuk tem­pat menginap petani dan nelayan yang datang ke kota ini. Diperkirakan sejak gelaran helat nasional ini dibuka ada sekitar Rp250 miliar berputar di Padang dan Sumbar umumnya.

Project Manager Pame­ran Penas KTNA XVI 2023, Siswono memaparkan mi­nat masyarakat untuk me­ngunjungi kegiatan itu sa­ngat besar. Sehingga sela­ma lima hari Penas KTNA berlangsung, kegiatan itu diserbu oleh pengunjung.

Tercatat, dari hari per­tama pameran dibuka sam­pai kemarin (Rabu 14/6) siang, jumlahnya sampai 250 ribu pengunjung. Ha­nya dalam waktu 4,5 hari.

Ditaksir hingga penu­tupan hari ini, Kamis (15/6) bisa mencapai 300 ribu pengunjung. “Ini rekor dari masyarakat Kota Padang. Animo masyarakat sangat luar biasa, mereka antusias hadir pada penyeleng­ga­raan ini,”sebut Siswono.

Diakuinya, dari awal­nya, pengunjung masih sedikit, karena diselengga­rakan di instalasi militer, masyarakat agak cang­gung. Pagi hingga sore hari pembukaan tercatat hanya sekitar 30 ribu.

Kemudian esoknya naik menjadi 47 ribu. Me­lonjaknya jumlah pengun­jung tersebut juga dampak dari pemberitaan media yang baik. “Ini efek pem­beritaan media massa yang positif. Sehingga penggun­jung lebih banyak. Panitia mencatat kunjungan ter­tinggi ada pada hari Rabu (14/6). Yakni mencapai sam­pai 50 ribu orang,” terangnya.

Disebutkannnya, seca­ra kuantitatif terdapat 189 peserta terlibat. Terdiri dari pemerintah pusat kemen­terian dan non kemente­rian sebanyak 5. Kemudian sebanyak 29 perovinsi, 39 kabupaten, 15 kota dan 11 asosiasi instansi terkait lainnya.

Baca Juga  Hari Kedua Pencarian, Kapal yang Hilang Kontak di Laut Pessel belum Ditemukan

Ikut berpartisipasi da­lam kegiatan itu, perusa­haan BUMN/BUMD dan swasta sebanyak 23 peru­sa­haan. Ditambah dengan sebanyak 27 UMKM total­nya menjadi 189 peserta pada lahan 5.700 meter persegi dan 345 unit stand.

“Pameran ini tentang pertanian perikanan dan kehutanan. Menyediakan area khusus untuk hampir lebih dari 150 unit UMKM. Terdiri dari kuliner dan asesoris, baju dan seba­gainya. Dari lokasi bela­kang sangat luar biasa. Pe­ngunjung sangat ber­mi­nat,”ujarnya.

Menyikapi kondisi itu, pelaksanaan kegiatan itu mendapatkan perhatian khusus dari Mentan, Syah­rul Yasin Limpo. “Beliau menyampaikan ini kegia­tan terbesar pertanian Indonesia setelah pandemi Covid-19. Diselenggarakan 3 tahun sekali. Terbesar di Indonesia. di Sumbar ini sangat apresiasi. Dengan perubahan memper­siap­kan arena luar bia­sa,”ung­kapnya.

Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah melalui Ketua Panitia Lokal Penas KTNA XVI, Hansastri me­nyebutkan, selama 5 hari pergelaran Penas KTNA XVI, cukup banyak kegiatan yang­ digelar. Seperti, Rembug Madya dan Utama, Temu Profesi, Temu Petani ASEAN dan Mitra ASEAN, Temu Sukses Petani dan Penyuluh, Pengembangan Digitalisasi dan Jaringan Informasi Agribisnis.

Selain itu juga ada Temu Usaha Agribisnis, Gelar Teknologi, Temu Karya, Kar­ya Wirausaha Petani Nela­yan, Kegiatan ini dilak­sana­kan di sejumlah Aula OPD Pemprov Sumbar, Kam­pus UNP, hotel dan beberapa lokasi lainnya di Padang.

Juga ada Pameran Pem­bangunan Pertanian, Peri­kanan dan Kehutanan. Expo Aquaculture, Agroforestry, Kontes Peternakan, Lomba Stand, Peragaan, Unjuk Tangksa dan Asah Teram­pil, Pergelaran Seni Buda­ya, Festival Gita Nusan­tara, yang semua kegiatan­nya terpusat di Lanud Su­tan Sjahrir Padang.

Penas KTNA XVI juga diisi kegiatan Studi Banding ke Kota Sawahlunto dan Kabupaten Tanah Datar, Widya Wisata ke Kabu­paten Pariaman dan Tanah Datar.

Dengan kegiatan yang cukup padat selama Penas KTNA XVI ini berdampak tidak hanya bermanfaat kepada petani dan nelayan yang menjadi peserta. Te­ta­pi juga menimbulkan da­ya tarik masyarakat Sum­bar untuk berbondong-bondong menyaksikan Pe­nas KTNA XVI yang ter­pusat di Lanud Sutan Sjah­rir Padang.

Transaksi ekonomi ber­langsung di lokasi Pameran Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan serta kegiatan Expo Aquaculture, Agroforestry. Pro­duk UMKM hasil pertanian perikanan dan kehutanan yang dihadirkan petani dan nelayan dari berbagai dae­rah laris manis. Pedagang dan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Sumbar juga ikut menikmati hasil.

Tidak hanya itu, sejum­lah bantuan dari peme­rintah melalui Kemente­rian Pertanian (Kemen­tan) melalui pergelaran gelar teknologi juga diperoleh Provinsi Sumbar. Seperti bantuan Pabrik Mini Mi­nyak Goreng (Pamigo) dari pemerintah pusat melalui Direktorat Pengolahan dan pem­asaran Hasil Per­kebu­n­an Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan.

Baca Juga  Tim KKS Pusat Lakukan Verifikasi, Pemko Optimis Raih Kota Sehat Swasti Saba Wistara

Teknologi yang diguna­kan Pamigo dengan harga mencapai Rp4 miliar ini akan dimanfaatkan oleh petani di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Selain mendapatkan bantuan Pa­m­igo, di Provinsi Sumbar juga nanti akan hadir Smart Green House. Yakni pembibitan dalam skala besar.

Melalui Temu Usaha Agribisnis juga dilaksanakan penandatanganan no­ta kesepahaman (MoU) UPLAND Project PSP, an­tara korporasi dengan mitra eksportir. Di antaranya, koperasi produsen Perwira Cipta Mandiri dengan Mitra exportir PT Java Agritech.

Produk yang dikerjasamakan antara lain, lada putih 40 ton dan lada hijau 7 ton dengan nilai total Rp3.575.000.000. Lalu, ko­perasi produsen Gupon Se­karlangit dengan Mitra exportir PT Hassana Boga Sejahtera Tbk melalui pro­duk beras putih 360 ton dan beras merah 24 ton.

Juga ada bantuan Kre­dit Usaha Rakyat (KUR) yang memiliki nilai sebesar Rp50 miliar yang dapat dinikmati oleh seluruh petani dan nelayan di kabupaten dan kota, termasuk Kota Padang.

Petani Milenial Mulai Tumbuh

Momen Penas KTNA XVI juga menjadi ajang bagi kelompok tani milenial unjuk gigi. Kelompok Tani Bukit Gompong dan Pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Bukit Gompong di Kabupaten Solok hadir pada arena Penas KTNA ke XVI tahun 2023 di Lanud Sutan Sjahrir.

Kehadiran kaum milenial ini mendapat perhatian Wagub Sumbar, Audy Joinaldy yang menyempatkan diri berunjung ke stand mereka.

Kelompok tani ini juga sudah mendapatkan sertifikat P4S. Sehingga bisa memberikan pelatihan pa­da mahasiswa-mahasiswa yang ingin menjadi petani.

Saat ini, petani milenial khususnya di Bukit Gompong sudah memiliki se­jum­lah produk andalan. Di antaranya, teh, kopi dan hortikultura.

Menurut data kata Au­dy, rata-rata umur petani di Sumbar di atas 45 tahun. Sekarang mulai banyak petani milenial. Rata-rata umur petani di Sumbar turun usia, karena anak-anak muda banyak yang berminat. Dari mereka sulit mendapatkan pekerjaan, kemudian ada lahan di kampung dan mengelolanya.

Disebutkannya, selain pertanian kopi di Bukit Gompong. Petani milenial lainnya yang sudah ada dan berkembang ada peternak lobster air tawar di Agam. Peternak bibit bebek di Padang Pariaman. Bahkan untuk petani bebek itu sudah memiliki mesin penetas sendiri. Kemudian pengembangan Kopi Solok Rajo, Kabupaten Solok. (AD.ADPSB)