METRO PADANG

STTIND Padang Juara I Sumbar Innovation Award Tahun 2023, Berhasil Sulap Sampah Organik Jadi Pupuk

0
×

STTIND Padang Juara I Sumbar Innovation Award Tahun 2023, Berhasil Sulap Sampah Organik Jadi Pupuk

Sebarkan artikel ini
09 Lomba karya Inovasi
HADIAH— STTIND Padang memperoleh juara pertama atas teknologi yang dikembang mengubah sampah organik menjadi pupuk dengan dengan hadiah Rp 25 juta.

S.PARMAN, METRO– Pada acara Sumbar Innovation Award Tahun 2023, Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang memperoleh juara pertama atas teknologi yang dikembangnya, yaitu mengubah sampah organik menjadi pupuk dengan membawa pulang uang senilai Rp 25 juta.
 Hendri Sawir, salah seorang Dosen Teknik lingkungan, serta salah seorang penggagas alat ini mengatakan, awal dia bersama rekannya menggagas alat ini berangkat dari isu kelangkaan pupuk di tengah masyarakat.
 Dengan sudah diakui serta menjadi pemenang lomba, dia mengatakan, akan terus mengembangkan teknologi dari alat pengubah sampah menjadi pupuk ini kepada mahasiswa dan terkhusus untuk masyarakat akan diberikan pelatihan.
 “Alhamdulillah kami merasa ini menjadi motivasi bagi kami untuk meneliti serta berkarya yang dapat menebar manfaat bagi kami serta masyarakat luas. Nantinya kami akan mengembangkan teknologi ini kepada mahasiswa dan masyarakat,” ungkap Hendri.
 Saat di wawancarai, dia mengaku, setelah mendengar isu adanya kelangkaan pupuk, dia bersama beberapa orang timnya mengembangkan teknologi yang dia pikir dapat membantu petani dengan alat buatannya.
 “Jadi kami memikirkan cara bagaimana mengolah sampah-sampah banyak ini terutama sampah organik, dari satu tumpukan sampah yang ada, dengan alat ini, setengahnya dapat dijadikan pupuk,” tambahnya.
 Selain sampah organik yang diubah menjadi pupuk, di juga merancang alat pengolahan sampah lainnya yang dapat mengolah sampah anorganik menjadi bahan material baru yang bernama papan komposit, yang dapat dijadikan sebagai bahan pelapis lantai, dinding, dan juga plafon.
 “Untuk bahan baku dari sampah anorganik ini ada spesifikasinya, seperti botol plastik bekas minuman, kantong kresek, dan lainnya. Bahan bakunya itu disesuaikan dengan karakteristiknya,” sambungnya
 “Jadi sampah plastik itu ada namanya termoplastik, dan thermosetting. Termoplastik adalah jenis sampah anorganik yang dapat di daur ulang, sedangkan yang termoseting adalah jenis dari sampah anorganik yang tidak dapat lagi untuk di daur ulang,” katanya lagi
 Dia bertekad, dengan telah menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini, akan terus mengembangkan lagi teknologi serta inovasi kedepannya yang bermanfaat bagi masyarakat.(cr2)

Baca Juga  Personel Polresta Padang Jalani Tes Swab