PASAR RAYA, METRO–Aksi kekerasan premanisme kembali terjadi di Pasar Raya Padang. Selasa (13/6) pagi, seorang pedagang di Blok III Pasar Inpres, Epi, diduga mengalami aksi tidak mengenakkan. Korban diduga dianiaya oleh seorang oknum urang bagak di Pasar Raya.
Saksi mata di lokasi kejadian, pedagang santan, Dodi Wawa, mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, korban dan terduga pelaku yang juga seorang perempuan sempat terlibat cekcok. Pelaku berinisial Y tersebut mendatangi korban dan meminta uang “jago malam”.
“Informasinya karena perempuan terduga pelaku itu meminta uang keamanan jaga malam di Pasar Raya. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB pagi,” kata Dodi kepada wartawan.
Namun, Dodi mengaku tidak tahu persis pangkal permasalahan antara keduanya lantaran insiden itu berlalu begitu saja. “Kemungkinan keduanya sudah ribut juga di tempat lain,” katanya.
Dodi mengaku sempat melerai kedua orang itu agar tidak terjadi kegaduhan yang lebih luas. Namun, katanya, akibat didorong oleh terduga pelaku, korban Evi langsung tumbang dan dilarikan ke rumah sakit.
Dengan berulangnya aksi premanisme ini, Komunitas Pedagang Pasar (KPP) menyayangkan tindakan pelaku yang membuat korban harus dilarikan ke UGD RSUP M Djamil Padang. Sekretaris KPP Irwan Syofyan, mengatakan, aksi seperti ini terulang terjadi kembali di Pasar Raya, sebelumnya diketahui salah seorang pengurus KPP dianiaya pengurus KBPKL.
“Kami sebagai pengurus KPP khawatir dengan terjadinya kembali insiden semacam ini. Hal ini bisa jadi sebagai bukti bahwa pemerintah kota tidak peduli lagi dengan kondisi pasar,” ungkap Irwan.
Lebih lanjut Irwan mengatakan, akan meneruskan dengan laporan polisi atas kejadian yang menimpa Epi tersebut. Hal itu dinilai sudah meresahkan Kota Padang terutama bagi masyarakat yang sehari-hari berada di Pasar Raya Padang.
“Kami tidak mencari orangnya tetapi akan serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib yang akan mengusut tuntas permasalahan atau insiden yang terjadi yang dilakukan oleh seorang oknum ini,” paparnya.
Dijelaskan Irwan, kronologi kejadian menurut informasi yang diterimanya, korban didorong oleh seseorang di Pasar Inpres Blok 3. Akibatnya, korban terjatuh hingga kepalanya terbentur beton dan pingsan. Korban Epi dilarikan ke UGD RSUP M Djamil.
“Kami meminta kepolisian untuk mengusut tuntas aksi premanisme yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab di Pasar Raya Padang. Untuk kedepannya dia berharap agar masyarakat di Kota Padang menjadi senang untuk berkunjung ke Pasar Raya dan dapat meningkatkan perekonomian di Kota Padang umumnya
“Agar tidak dibiarkan oknum-oknum tertentu yang menguasai Pasar Raya sesukanya. Selain agar tidak timbul korban seperti ini lagi, dan juga agar supaya orang-orang senang berbelanja ke Pasar Raya Padang,” tegasnya.
Sebelumnya, aksi kekerasan juga menimpa pengurus Komunitas Pedagang Pasar (KPP) Kota Padang, Irsal Mawardi Sutan Pangeran, pada Rabu (17/5/2023) siang. Irsal diduga dihajar oleh oknum pengurus Keluarga Besar Pedagang Kaki Lima (KBPKL).
Irsal mengaku juga sempat didorong oleh anggota dari pengurus KBPKL sebelum ditonjok. Korban mengaku wajahnya memar dan kepalanya pusing usai ditonjok. Keluarga yang merasa tak senang kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polresta Padang. Laporan polisi itu tertuang di dalam nomor LP/B/325/V/2023/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumbar tanggal 17 Mei 2023. (cr2)
Dimintai Uang “Jago Malam”, Cek Cok, Pedagang Blok III Dianiaya Urang Bagak






