PAYAKUMBUH/50 KOTA

Pj Wali Kota Bantu Kakek Sepuh M.Yusuf, Melalui Gerakan S3, 2024 Tidak Ada Lagi Kemiskinan Ekstrem di Payakumbuh

0
×

Pj Wali Kota Bantu Kakek Sepuh M.Yusuf, Melalui Gerakan S3, 2024 Tidak Ada Lagi Kemiskinan Ekstrem di Payakumbuh

Sebarkan artikel ini

SUDIRMAN, METRO–Keinginan M. Yusuf (87), kakek sepuh yang sehari-hari menjual sangkar burung di RT 2. RW 1 Kelurahan Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur, untuk menambah penghasilan harian dengan menjual bahan bakar minyak (BB­M) akhirnya terwujud. Senin (12/6), Pj. Walikota Pa­yakumbuh, Rida Ananda menyerahkan bantuan modal usaha untuk Yusuf dan keluarga.
Bantuan berasal dari Gerakan Sedekah Seribu Sehari (S3) yang digagas Pj. Walikota Payakumbuh beberapa waktu lalu. Gerakan S3 kali ini berasal dari para aparatur sipil negara (ASN) di berbagai organisasi perangkat dae­rah (OPD) yang ada di Kota Payakumbuh. ”Kami serahkan bantuan untuk modal jualan minyak kepada pak Usu (M.­Yusuf,­red) dan ibuk. Ini dari sedekah seribu sehari kawan-kawan pegawai Payakumbuh (ASN,red). Belilah minyak, tabung minyak dan keperluan jualan mi­nyak lainnya. Semoga berkah,” ujar Pj. Walikota, Rida Ananda kepada Liswati (71) istri dari M. Yusuf.
Orang nomor wahid di Kota City Of Randan ini memang mengajak para ASN dilingkungan Peme­rintah Kota Payakumbuh untuk menyisihkan sedikit rezekinya guna membantu pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Pa­yakumbuh. Meski tak ba­nyak, namun jika bersama-sama makan akan men­jadi berlimpah. ”Gerakan S3 ini bersifat imbauan. Mari bantu sesama, khususnya warga kita yang saat ini masih masuk kategori miskin ekstrem,” jelas Pj. Walikota didam­pingi Ketua TP PKK Kota sekaligus Ketua LKKS Ko­ta, Ny. Cece Rida Ananda di sela-sela pemberian bantuan.
Di samping menyerahkan bantuan modal usaha, Rida Ananda juga meminta Kadis Sosial, Irwan Suwandi, Camat Payakumbuh Timur dan Lurah Ti­akar yang ikut mendam­pingi untuk mengusulkan program rehab rumah buat M. Yusuf. Hal itu dikarenakan, rumah yang ditempati M. Yusuf dan keluarga berkategori tidak layak huni. ”Ini masuk prio­ritas untuk dibantu. Tolong Pak Kadis, Pak Camat dan Pak Lurah segera usulkan ke Dinas terkait atau melalui Baznas,” ujar Pj. Walikota disambut ang­gukan serempak dari ketiga pejabat daerah tersebut.
Camat Payakumbuh Timur, Hepi melalui Lurah Tiakar, Ari Ashadi mengatakan bahwa bantuan rehab rumah bagi M. Yusuf sudah pernah diusulkan ke Dinas Perumahan dan Per­mukiman. ”Sebetulnya sudah kami usulkan pak, cuma karena rumah ini tidak di atas tanah milik beliau, jadi masih terkendala. Kita sedang lobi kaum beliau agar bersedia memberi sedikit tanah untuk lokasi bantuan rumah layak huni,” ujar Lurah Tiakar Ari Ashadi kepada Walikota Rida Ananda.
Sementara, Kepala Dinas Sosial, Irwan Suwandi mengatakan saat ini masih terdapat sebanyak 41 kepala keluarga di Kota Pa­yakumbuh yang tergolong miskin ekstrem. Dikatakan, standar miskin ekstrem mengacu kepada Inpres No. 4 Tahun 2022, dimana pengeluaran per­kapita perbulan perorang minimal sebesar Rp. 322.170,-. ”Mengacu pada kriteria kemiskinan yang diturunkan pemerintah pusat, saat ini keluarga miskin ekstrem kita masih ada sekitar 41 KK, termasuk keluarga M. Yusuf ini. Sesuai target pemerintah, tahun 2024 tidak ada lagi miskin ekstrem, maka sa­lah satu upaya kita adalah dengan menggalakkan Gerakan S3 ini,” pungkasnya. (uus)