PESSEL, METRO–Selama berada di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) sejak 21 Mei hingga 5 Juni 2023, 280 taruna yang mengikuti Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-XLIII Tahun 2023 telah merampungkan sejumlah program dan kegiatan pembangunan fisik. Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar menyampaikan ucapan terima kasih atas sumbangsih pemikiran yang diberikan taruna selama Latsitardanus ke XLIII ini.
Baik sumbangsih secara fisik maupun non fisik yang dilakukan para taruna, juga pendamping. “Apa yang dilaksanakan para taruna ini sangat mendukung pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan,” ucapnya, saat meresmikan Tugu Latsitardanus ke XLIII di di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pessel, Rabu (7/6).
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pessel, Junaidi mengungkapkan, untuk kegiatan pembangunan fisik selama berlangsungnya Latsitardanus XLII, dilaksanakan di empat kecamatan. Yakni, Batang Kapas, Sutera, Lengayang dan Ranah Pesisir. Di Kecamatan Batang Kapas, pembangunan fisik meliputi, pembangunan sejumlah jamban warga. Juga ada perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga Obet, perbaikan irigasi Sungai Nyalo, irigasi desa sepanjang 100 meter. Juga ada kegiatan pembangunan jalan di Nagari Koto sepanjang 260 meter, serta pembangunan Taman dan Tugu Latsitardanus.
“Di Kecamatan Batang Kapas juga dilaksanakan pembagian bantuan langsung tunai (BLT) di Nagari Koto Nan Duo, kegiatan padat karya pembangunan tembok penahan tebing Sungai Nyalo dan pengembangan wisata pantai Tansidanu, sejarah Lambuang Baruak dan pembersihan Pantai Tawa, serta penanaman 200 pohon pinang,” ungkap Junaidi saat diwawancarai awak media, Rabu (7/6) di ruang kerjanya.
Sementara, di Kecamatan Sutera, taruna yang mengikuti Latsitardanus bersama masyarakat juga melaksanakan pembangunan jamban di Nagari Pasir Alai dan Amping Parak. Juga ada perbaikan RTLH milik Depriadi dan kegiatan padat karya tunai di Desa Taratak.
Juga ada penanaman mangrove dan pelepasan penyu. Serta pembangunan jalan desa di Desa Amping Parak sepanjang 100 meter. Termasuk juga pembangunan Taman dan Tugu Latsitardanus. “Di kecamatan itu juga ada pembagian BLT di Nagari Taratak. Konservasi penyu di Nagari Amping Parak, event Desa Wisata Nagari Amping Parak dan pembersihan Pantai Surantih,” terangnya. Kegiatan pembangunan jamban juga dilaksanakan di Kecamatan Lengayang, sebanyak empat jamban. Juga ada perbaikan RTLH milik Idral Bus di Nagari Lakitan Timur serta pembangunan Taman dan Tugu Latsitardanus di depan Kantor Camat Lengayang.
Termasuk juga pembagian BLT dan kegiatan padat karya tunas desa serta pembersihan wisata alam air terjun. Juga ada pembangunan irigasi dan jalan sepanjang 50 meter. “Di kecamatan ini juga dilakukan pembenahan wisata dan sejarah rumah cetak uang, wisata Pantai Pasir Putih dan gotong royong membersihkan irigasi di Lakitan sepanjang 30 meter, Lakitan Timur dan Pantai Karla,” ungkapnya.
Di Ranah Pesisir, selain pembangunan jamban juga dilaksanakan perbaikan RTLH milik Syamsimar di Nagari Pelangai Kaciak. Juga ada kegiatan padat karya tunai desa di Nagari Koto VIII Pelangai, pembangunan Taman dan Tugu Latsitardanus di Nagari Balai Selasa. “Di kecamatan ini juga sama dengan kecamatan lainnya, dilaksanakan pembagian BLT di Nagari Sungai Tunu Utara dan perbaikan jaringan irigasi sepanjang 150 meter,” ungkapnya.
Kegiatan fisik di kecamatan ini juga dilaksanakan pembangunan jalan menuju Air Terjun Pelangai Gadang sepanjang 200 meter dan pembersihan Pantai Sumedang. Sementara untuk program dan kegiatan non fisik di Kabupaten Pessel, dilaksanakan sejumlah penyuluhan. Meliputi, penyuluhan tata laksana gizi buruk dan perubahan perilaku, penyuluhan calon pengantin, gizi ibu hamil dan balita, pemberian makan bayi dan anak.
Juga ada penyuluhan pupuk organik, HIV AIDS di SMA 2, ibu hamil di puskesmas, narkoba di SMP 2, penyuluhan peningkatan komsumsi ikan, bela negara, stunting penyakit menular.
Juli Jupri salah seorang tokoh masyarakat sangat bangga nagarinya, atau Kecamatan Sutera menjadi salah satu lokasi Latsitardanus. Ini seperti mimpi, dan tidak terbayangkan sebelumnya jika Taruna dan Taruni Latsitardanus hadir di tengah masyarakat di Kecamatan Sutera. “Awal nya ada rasa takut dan kaget banyak taruna dan taruni Latsitardanus berpakai dinas mondar-mandir di Kecamatan Sutera. Namun, ternyata hal itu terbantahkan, karena selama kegiatan di Kecamatan Sutera para taruna berbaur, bersahabat dengan masyarakat,” ucap Tokoh Masyarakat Kecamatan Sutera itu.(fan)






