TANAHDATAR, METRO – Kunjungan Mahasiswa Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) bersama UNES Padang ke SMAN 1 Pariangan, Selasa (22/1).
Kegiatan itu dihadiri Wabup Zuldafri Darma, Rektor UNES Padang Otong Rosadi, Pimpinan Rombongan Universitas Kebangsaan Malaysia Prof Madya datuk Dr Muhammad Husein, Kadis Dikbud Riswandi, Camat Pariangan Abdurrahman Hadi, Forkopimca Pariangan, Wali Nagari Simabur, Majelis Guru dan Siswa SMA N 1 Pariangan.
Kepsek SMA N 1 Pariangan Desvianorita menyebutkan, siswa SMA1 Pariangan sebanyak 667 orang dengan 23 kelas rombongan belajar dengan 47 guru serta karyawan 12 orang. Sekolah ini didirkan semenjak tahun 1984 dan “Pak wabup Alumni sekolah ini,” kata Desvianorita.
Dikatakan, Kunjungan bersejarah ini semoga bisa jadi motivasi bagi siswa, semoga bisa menjadi jembatan jalinan silaturahmi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mempersiapkan acara ini.
Rektor Unes Padang Otong Rusadi mengatakan, kegiatan ini dinamakan Mobiliti Asean Padang 2019, pert
ukaran mahasiswa antara Unes dengan Universitas Kebangsaan Malaysia. Hari ini ada 32 mahasiswa tambah dosen pendamping 4 orang dari Universitas Kebangsaan Malaysia, 15 mahasiswa dan pendamping Unes Padang.
“Kegiatan ini sebagai wadah untuk perkenalkan UNES Padang dengan siswa SMA sehingga mengetahui apa kelebihan dari UNES Padang,” kata Otong.
Pimpinan Rombongan Universitas Kebangsaan Malaysia Prof. Madya datuk Dr. Muhammad Husein menyampaikan, kegiatan ini sebagai bentuk jalinan silaturahmi antara mahasiswa UKM dengan para siswa yang ada di SMA N Pariangan.
“Terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini, saya tidak terbayangkan akan disambut semeriah ini dengan menampilkan kesenian daerah,” kata Otong.
Kunjungan ini juga sebagai bentuk kunjungan sambil nikmati keindahan Tanah Datar, khususnya Pariangan. Khusus untuk pendidikan ia harapkan, siswa lebih mencintai buku dan rajin serta suka membaca, terangnya.Wabup Zuldafri Darma mengucapkan Selamat datang di Tanahdatar dan selamat menikmati keindahan alamnya terutama Pariangan yang merupakan daerah Tuo, tempat asal usul Minangkabau.
Tanahdatar merupakan daerah yang tidak miliki SDM melimpah atau yang bisa meningkatkan PAD, makanya pendidikan menjadi salah satu sektor prioritas untuk ditingkatkan, tuturnya.
Dikatakan, Berbagai motivasi telah dilakukan agar siswa meningkatkan prestasinya dalam dunia pendidikan, seperti reward Studi Banding ke Malaysia dan juga memberikan beasiswa masuk perguruan tinggi bagi calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu, pungkasnya. (ant)





