BERITA UTAMA

Bocah 12 Tahun Tewas Diserang Buaya, Paha Kanan Luka Robek Akibat Gigitan, Korban Dilibas lalu Terpental dan Hilang

1
×

Bocah 12 Tahun Tewas Diserang Buaya, Paha Kanan Luka Robek Akibat Gigitan, Korban Dilibas lalu Terpental dan Hilang

Sebarkan artikel ini
DISERANG BUAYA— Proses evakuasi bocah yang tewas diterkam Buaya di Sungai Betumonga, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Mentawai.

MENTAWAI, METRO–Satu bocah yang sem­pat hilang akibat diserang dan diterkam buaya saat mandi-man­di di Sungai Desa Be­tumonga, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan pada Se­lasa (6/6) sekitar pukul 09.10 WIB.

Nahasnya, bocah ber­nama Aprizon Sakerebau (12) saat ditemukan dalam kondisi telah meninggal di aliran sungai yang berada tidak jauh dari lokasi kor­ban diserang buaya. Selain itu, pada paha kanan kor­ban terdapat luka robek yang diduga akibat gigitan buaya.

Usai ditemukan, jena­zah bocah itu kemudian di­evakuasi oleh Tim SAR ga­bungan dari aliran su­ngai dan selanjutnya diba­wa ke rumah duka. Me­ning­gal­nya korban karena sera­ngan buaya itu pun mem­buat orang tua dan kera­batnya menangis his­teris.

Kepala Kantor SAR Men­tawai, Akmal menga­takan, Tim SAR gabungan mulai melakukan melaku­kan pencarian terhadap korban sejak pukul 07.00 WIB. Berselang dua jam lebih, korban berhasil dite­mukan di Sungai Desa Be­tumonga tak jauh dari lokasi korban dan tiga te­mannya diserang Buaya.

“Tim SAR Gabungan dan pihak pedesaan serta masyarakat menemukan korban atas nama Alprijon dalam keadaan meninggal dunia. Kondisinya paha kanan robek diterkam bu­aya yang menyerangnya,” ujar Akmal kepada war­tawan, Selasa (6/6).

Baca Juga  2 Hari Hilang, 8 Penumpang Boat Ditemukan Selamat

Dijelaskan Akmal, kor­ban yang diterkam buaya di sungai Desa Batu Mo­nga, Kecamatan Pagai Uta­ra itu, ternyata empat orang, bukan dua orang se­perti diinformasikan sebe­lum­nya. Namun, tiga orang anak berusia 10 tahun dite­mukan selamat adalah, Hendra, Salomo Sakare­bau dan Selamet Saka­rebau.

“Sedangkan Aprizon Sakerebau hilang lalu dite­mukan dalam kondisi te­lah meninggal. Dengan dite­mukan bocah yang hi­lang tersebut, operasi SAR ditu­tup dan semua unsur kem­bali ke satuan masing-masing. Korban dibawa ke rumah duka,” ujar Akmal.

Sementara, Kapolsek Sikakap, AKP Jon Irfan mengatakan bahwa re­maja yang jadi korban dalam peristiwa itu ber­jumlah empat orang. Dua korban selamat tanpa ter­lu­ka, sedangkan korban yang bernama Hendra Sa­la­manang mengalami luka-luka dan Aprizon Sakere­bau hilang.

“Korban Hendra Sala­manang mengalami luka-luka di bagian tubuhnya, seperti di dada, perut dan kaki sebelah kanan. Saat ini dia telah didampingi oleh kedua orang tuanya, untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Terhadap lu­ka-luka yang dialami kor­ban sudah diobati oleh tim medis dan kondisinya ber­angsur membaik,” kata AKP Jon.

Baca Juga  Pulang Umrah, Donny Moenek Daftar Bacagub di PAN “Pergi karena Tugas, Pulang karena Cinta”

AKP Jon menuturkan, berdasarkan keterangan pihak keluarga korban ke­pada polisi setempat, Hen­dra merupakan orang per­ta­ma yang diterkam oleh buaya dan sempat dibawa ke dalam air. Dia sempat melakukan perlawanan hingga akhirnya buaya tersebut melepaskannya.

“Dengan susah payah dan tenaga yang tersisa Hendra berenang ke ping­gir sungai dan langsung naik ke atas sungai dengan tubuh luka-luka. Hendra juga diketahui sempat me­lihat buaya yang mener­kamnya itu mengarah ke tempat korban lainnya yakni Aprizon Sakerebau yang menjadi korban tewas dalam peristiwa tersebut,” jelas AKP Jon.

Sebelum diterkam, dika­takan AKP Jon, korban berada di atas kayu tempat biasa ibunya mencuci de­ngan posisinya di atas su­ngai. Buaya tersebut sem­pat menyapu atau mengi­baskan ekornya ke arah Aprizon hingga terpental ke sungai.

“Saat korban jatuh, tu­buhnya disambut langsung oleh buaya dengan meng­gunakan mulutnya. Buaya tersebut langsung mem­bawa tubuh Aprizon Saka­rebau ke dalam air dan hilang. Hari ini (kemarin-red), korban sudah dite­mukan dengan kondisi me­ninggal dunia,” tutup AKP Jon. (rul)