METRO SUMBAR

Jadi Kampung Pengawasan Partisipatif Pemilu, Wako Fadly Amran Dukung Pasar Usang

0
×

Jadi Kampung Pengawasan Partisipatif Pemilu, Wako Fadly Amran Dukung Pasar Usang

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN—Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA saat berikan sambutan pada acara kemarin.

 

PDG. PANJANG, METRO–Pada momentum Hari Lahir (Harlah) Pancasila, Kelurahan Pasar Usang, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB) dicanangkan sebagai Kampung Pe­ngawasan Partisipatif Pe­milu 2024 oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kamis (1/6). Pencanangan yang pertama kalinya di Kota Serambi Mekkah ini didukung penuh Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Amran. Dirinya hadir memberikan apresiasi sekaligus support bersama Forkopimda, instansi vertikal, tokoh ma­sya­rakat serta stakeholder lainnya di Pasar Usang sebagai pilot project.

Harapannya, melalui pencanangan ini pemilu yang partisipatif oleh ma­syarakat bisa terwujud. Kemudian, masyarakat berani melapor jika terjadi dugaan pelanggaran pemilu. Selain itu, terciptanya pemilu yang aman, tertib, damai dan berintegritas. Lalu, tidak ada hoax, ujaran kebencian, politisi sara, serta politik uang.

Wako Fadly menyampaikan, tugas pengawasan pemilu merupakan tugas cukup berat, membutuhkan kerbersamaan.  “Pe­ngawasan pemilu memiliki tujuan yang luar biasa dan penting. Bagian dari sebuah proses. Bila titik awalnya baik, maka hasilnya akan baik pula. Proses ini perlu dikawal sebagai bentuk sumbangsih kita bersama. Melalui proses yang baik, maka bisa menghasilkan pemimpin yang baik pula,” katanya seraya me­nyebutkan dibutuhkan komitmen dan kejujuran.

Baca Juga  Pariaman Siap Ikuti Merdeka Ekspor 2021

Pada kesempatan ini, Fadly juga turut mengajak partisipasi masyarakat me­­nyukseskan pemilu, meng­gunakan hak suara­nya. Di Padang Panjang, sebutnya, hanya 60% yang memilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 2018 silam.  “Selain mengawasi, mari kita dorong para pemilih menggunakan hak suaranya. Semoga bisa terpilih pe­mimpin terbaik di negeri kita ini,” tutur­nya.

Sementara itu, Bawaslu Provinsi Sumbar diwakili Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masya­rakat dan Humas, Muhammad Khadafi, S.Kom memuji pencanangan Kampung Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024 ini. Menurutnya, hal ini menunjukkan masyarakatnya yang sangat sadar akan pentingnya proses pemilu.  “1 Juni momen luar biasa diambil Bawaslu, pada Harlah Pancasila yang merupakan fondasi kita. Kenapa keterlibatan publik penting, karena adanya Republik Indonesia ini ialah berkat partisipasi publik. Pemilu makin ke sini makin baik,” tutur­nya.

Baca Juga  Rebut 1.200 Formasi, Pemkab Pasbar Bekali 2.500 Calon Pelamar PPPK

Dikatakannya lagi, Kampung Pengawasan Partisipatif Pemilu ialah sebuah upaya menekan berbagai pelanggaran. Selanjutnya, Bawaslu membangun fra­me sebagai badan yang melindungi hak peserta pemilu dan hak memilih, melindungi stake holder kepemiluan.  “Saya ucapkan terima kasih, masya­rakat mau melibatkan diri mewujudkan kampung pe­ngawasan pemilu partisipatif. Kalau bisa seluruh kelurahan. Ini merupakan agenda nasional,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Bawaslu Kota Padang Panjang, Santina, SP. Dirinya mengatakan, kampung ini merupakan bentuk kolaborasi ma­sya­rakat. Harapannya, bisa menjadi wadah saling berbagai informasi pengawasan dan mencegah potensi pelanggaran.  Ada­pun Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bukit Suru­ngan, Faiz Fauzan Datuak Bagindo Marajo menyebutkan, memilih pemimpin itu diatur dalam Islam. Sebaik pemimpin, ujarnya, yang dicintai dan mencintai masyarakat.

Dia mengapresiasi keberadaan kampung ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia dan Kota Padang Panjang “baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur”. Yaitu sebuah negeri yang me­ngum­pulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku pendu­duknya. (rmd)