BERITA UTAMA

Penas ke-XVI KTNA Upaya Konsolidasi Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman Krisis

0
×

Penas ke-XVI KTNA Upaya Konsolidasi Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman Krisis

Sebarkan artikel ini
MENINJAU— Mentan Syahrul Yasin Limpo didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meninjau lokasi pusat acara Penas ke-XVI KTNA di Lanud Sutan Sjahrir Padang, Selasa (30/5).

 

PADANG, METRO–Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Lim­po meninjau lokasi pusat acara Pekan Na­sional (Penas) ke-XVI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Lanud Sutan Sjahrir Padang, Se­lasa (30/5).

Peninjauan untuk meli­hat langsung persiapan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) jelang pelak­sa­na­an Penas ke-XVI KTNA yang berlang­sung 10 hing­ga 15 Juni 2023. Da­ri hasil pe­ninjauan, per­siapannya su­dah mencapai 90 persen.

“Persiapan su­dah 90 persen. Kita apresiasi Pe­merintah Provinsi (Pem­prov) Sumbar yang telah mengakomodir persiapan Penas ke-XVI KTNA hingga sekarang. Semoga hingga pembukaan berjalan lan­car. Tidak lupa pula kita ucapkan terimakasih ter­hadap Pemko Padang hing­ga seluruh jajaran Forko­pimda,” katanya.

Syahrul menyebut Pe­nas ke-XVI KTNA tahun ini harus menjadi bagian stra­tegis dari upaya konso­lidasi bersama dalam men­jaga ketahanan pangan nasional di tengah anca­man krisis pangan.

“Ini bagian-bagian un­tuk mengkonsolidasi, ke­kuatan dan potensi perta­nian, di dalam menjaga ketahanan pangan nasio­nal kita” ungkap Syahrul usai meninjau lokasi bersa­ma Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah, Wali Kota Padang, Hendri Septa dan Ketua KTNA Mohamad Yadi Sofyan Noor.

Dampak fenomena ik­lim El Nino berpotensi mem­beri ancaman kekeringan yang cukup parah terhadap per­tanian, Syahrul menam­bahkan, selain iklim yang cu­kup ekstrim, ketegangan po­litik yang terjadi di ber­ba­gai belahan dunia turut mem­beri tantangan yang cukup besar terhadap pem­bangu­nan sektor pertanian dan ketahanan pangan negara.

“Acara Penas KTNA nan­ti ini ha­rus menjadi pun­cak komunikasi emo­­sional kita. Bu­kan hanya konsepsi atau idealisme saja, besok ada El Nino, besok ada warning terha­dap krisis pangan du­nia, karena cuaca ekstrim, se­ra­ngan hama di mana ma­na. Oleh karena itu Penas KTNA ini sangat penting untuk menyatukan visi dan pandangan kita dalam meng­­­hadapi berbagai tan­tangan ke depan” tegasnya.

Penas KTNA Tahun 2023 akan dihadiri petani dan nelayan dari seluruh Indonesia termasuk gubernur, bupati dan wali kota. Diper­kirakan kehadiran peserta mencapai 20.000 hingga 40.000 orang. Penas KTNA merupakan forum perte­muan yang telah berlang­sung sejak 1971 dan menja­di bagian strategis dalam upaya membangun kese­pahaman antara ber­bagai pemangku kepenti­ngan sektor pertanian mau­pun perikanan.

Pada Penas ke-XVI KT­NA Tahun 2023 ini, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan mele­paskan benih varietas In­pa­go 13 Fortiz (padi gogo) atau tanaman padi lahan kering, saat pembukaan Penas ke-XVI KTNA. “Kita rencanakan ada pelepasan varietas inpago yang diha­rapkan bisa ditanam pada saat musim kering,” kata Syahrul.

Syahrul mengatakan, apabila Presiden RI setuju maka varietas Inpago 13 Fortiz tersebut akan dise­bar di semua provinsi yang ada atau minimal pada 1.000 Hektare (Ha) lahan sebagai percontohan.

Selain bisa tumbuh pa­da lahan kering, varietas Inpago 13 Fortiz memiliki kandungan zinc 34 ppm, 9,83 persen protein tinggi, potensi hasil mencapai 8,11 ton per Ha. Tidak hanya itu, padi gogo tersebut dike­tahui juga adaptif di lahan kering maupun tadah hu­jan. “Mudah-mudahan Pre­si­den mau melepas varie­tas itu sekaligus men­ca­nang­kannya ke seluruh pro­vinsi di Indonesia,” harap dia.

Ditunjuknya Kota Pa­dang sebagai lokasi Penas ke-XVI KTNA diharapkan pula menjadi momentum untuk menghadirkan reko­mendasi KTNA. Rekomen­dasi tersebut misalnya komitmen kabupaten dan kota serta provinsi di Tanah Air untuk membuat lum­bung pangan.

Eks Gubernur Sulawesi Selatan tersebut berharap pa­ra petani dan nelayan yang hadir bisa melahirkan atau mendorong rekomen­dasi bersama. Sebab, pelak­sanaan Penas KTNA sebe­lum­nya hal itu tidak dilakukan.

Sebagai tuan rumah perhelatan Penas ke-XVI KTNA, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, me­nyampaikan Penas ke-XVI KTNA kali ini harus mampu menghadirkan hal-hal ber­beda, dan menjadi momentum pembangunan perta­nian yang adaptif, inovatif dan akseleratif.

“Seperti yang disam­paikan Bapak Menteri tadi, Penas KTNA ini diharapkan dapat menghadirkan hal-hal berbeda, dan menjadi momen bagi kita dan kaum milenial untuk pertanian. Makanya tadi kita menghadirkan smart farming (pertanian pintar-red) dan beberapa teknologi baru dari berbagai provinsi di Indonesia. Termasuk di Sumat­ra Barat,” terangnya.

Mahyeldi mengatakan pemerintah daerah berupaya semaksimal mungkin dalam menyukseskan Penas ke-XVI KTNA. Apalagi, kegiatan tersebut sejatinya sudah direncanakan sejak 2020 namun baru terealisasi tiga tahun setelahnya.

Penas ke-XVI KTNA selain melibatkan kaum milenial menyediakan smart farming yang mendapatkan sentuhan teknologi, pada sektor peternakan akan ada sistem peternakan yang bisa mendeteksi dini pertumbuhan ternak yang ada.

“Nanti kita juga akan persentasikan kepada pro­vinsi lain perkembangan inovasi tekhnologi ini. Kita juga akan presentasikan bahwa Provinsi Sumbar memiliki kebijakan fokus pertanian dengan mengalokasikan anggaran 10 persen dari total APBD, secara keseluruhan persiapan men­capai 90 persen, “ ka­tanya. (fan/adv)