OLAHRAGA

Perpisahan Paling Emosional, Jordi Alba Sampai Tak Kuat Menahan Tangis

0
×

Perpisahan Paling Emosional, Jordi Alba Sampai Tak Kuat Menahan Tangis

Sebarkan artikel ini
Jordi Alba (kiri) sampai menangis saat dia bersama Sergio Busquets menjalani laga terakhir bersama Barcelona di Camp Nou.

 

Jordi Alba dan Sergio Busquets mengucapkan selamat tinggal secara e­mosional kepada fans di Camp Nou, tepatnya saat mereka menjalani laga terakhir bersama Barcelona.

Setelah lama bahu-mem­bahu memperkuat Blaugrana, Alba dan Bus­quets harus meninggalkan Camp Nou ketika kontrak mereka berakhir pada a­khir musim ini.

Pasangan ini bisa bersatu kembali di Arab Saudi karena salah satu klub berharap bisa meyakinkan Lionel Messi untuk berga­bung dengan merekrut beberapa teman baiknya.

Tapi, sementara musim hampir berakhir, mereka harus memainkan pertan­dingan terakhir mereka sebagai bintang Barca di kandang melawan Real Mallorca.

Tim telah mengamankan gelar La Liga ke-27 mereka beberapa minggu lalu ketika mereka me­ngalahkan rival lokal Espanyol. Keberhasilan itu membuat fans Barcelona merayakan keberhasilan di markas lawan hingga melakukan pawai keliling kota.

Itu berarti bahwa per­tandingan terakhir musim ini dapat digunakan untuk merayakan kepergian pa­ra legenda, khususnya Al­ba dan Busquets yang men­jadi starter melawan Mallorca.

Dengan Ansu Fati dan Gavi mencetak gol untuk membuat tuan rumah unggul 3-0, Xavi kemudian menggantikan Alba pada menit ke-81. Momen itu membuat Alba tak bisa menutupi kebahagiannya hingga menangis.

Pemain berusia 34 ta­hun itu memulai kariernya sebagai pemain muda di La Masia, tetapi pindah ke akademi Valencia, sebelum kembali ke raksasa Catalan 11 tahun lalu.

Kepindahannya senilai 14 juta euro tentu saja sa­ngat murah setelah membuat lebih dari 450 penam­pilan untuk klub di semua kompetisi selama lebih dari satu dekade di Camp Nou.

Dia telah memenangkan enam gelar La Liga, lima Copa del Rey, dan Liga Champions selama waktunya di klub, dan penam­pilan terakhirnya di kandang jelas terlalu berat untuk ditangani.

Sementara giliran Bus­quets mendapatkan momennya empat menit kemudian, terutama saat dirinya digantikan Eric Garcia.

Ini mungkin merupakan perpisahan yang lebih emosional bagi para peng­gemar kali ini, tetapi Bus­quets tetap tenang dan menyerahkan ban kapten.

Sang gelandang telah berada di klub sepanjang karier profesionalnya, sejak bergabung dengan akademi paling terkenal (La Masia) pada 2005.

Dia telah menjadi salah satu gelandang bertahan terhebat sepanjang masa, jika bukan yang terbaik, dan tampil bersama Xavi dan Andres Iniesta.

Dia memenangkan 32 trofi utama bersama klub, termasuk sembilan gelar liga dan tiga Liga Champions, serta menjadi pemenang Piala Dunia untuk Spanyol.

Setelah peluit akhir, para penggemar tetap tinggal untuk menyaksikan sisa perpisahan pasangan itu saat mereka mengarak piala.

Kedua pemain tersebut masih dapat mengambil bagian dalam satu pertan­dingan resmi terakhir untuk klub akhir pekan depan, saat Barca menghadapi Celta Vigo yang terancam degradasi.

Busquets juga masih bisa bereuni dengan Xavi dan Iniesta di lini tengah klub, saat mereka meng­hadapi Vissel Kobe dalam pertandingan persahabatan pascamusim.

Iniesta diatur untuk meninggalkan klub Jepang di musim panas dan ingin bermain di trio terkenal untuk terakhir kalinya da­lam pertandingan bulan depan. (jpg)