METRO PADANG

Puskesmas Padang Pasir dan Kominfo Luncurkan Aplikasi Gemoi

0
×

Puskesmas Padang Pasir dan Kominfo Luncurkan Aplikasi Gemoi

Sebarkan artikel ini
APLIKASI GEMOI— Kepala Bidang E-Gov Diskominfo Kota Padang Romi Elpa Segas, memberikan keterangan seputar aplikasi cegah remaja bermasalah, optimalisasi kelas IMUD (Gemoi), Rabu (24/5), bersama Puskesmas Padang Pasir.

 

PADANG, METRO–Untuk mempermudah remaja mendapatkan pela­yanan kesehatan Puskes­mas Padang Pasir ber­sama Diskominfo Padang melakukan soft launching aplikasi Cegah remaja ber­ma­salah, optimalisasi kelas ­IMUD (Gemoi), Rabu (24/5).

Aplikasi ini nantinya akan membantu remaja untuk mendapatkan infor­ma­si yang dibutuhkan seputar kesehatan dan konsultasi serta menga­dukan kondisi remaja. Ke­pala Bidang E-Gov Dis­kominfo Padang Romi Elpa Segas menyebutkan de­ngan menggunakan apli­kasi ini remaja bisa mem­berikan laporan tanpa ha­rus berkunjung ke puskes­mas dan rahasia terjaga dan untuk pengaduan ma­syarakat bagi remaja yang membutuhkan pelayanan.

“Hari ini kita soft laun­ching dulu, Minggu depan semoga bisa diapprove Play Store. Untuk mempermudah laporan, sementara kita bisa akses melalui website padangpasir.­pus­kes­mas.­padang.go.id,” katanya.

Romi menyampaikan bahwa aplikasi Gemoi ini diharapkannya dapat dimanfaaatkan dengan bantuan Guru BK dan Forum Anak Kota Padang. Aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh remaja kota Padang, karena kebanyakan remaja yang bermasalah kesehatannya takut melaporkan kondisi secara langsung ke puskesmas.

“Dengan aplikasi ini siapapun boleh melaporkan apapun masalah kesehatannya tanpa harus ta­kut privasinya diketahui. Nanti akan ada respon dari puskesmas untuk menin­dak­lanjuti permasalahan tersebut,” tuturnya.

Dalam kegiatan Aksi Bergizi itu Kepala Puskesmas Padang Pasir Desy Susanti menyebutkan bahwa pihaknya terus meningkatkan pelayanan da­lam kesehatan. Terlebih Pe­merintah Kota Padang tengah menggencarkan program pencegahan stun­ting dan pemenuhan gizi terhadap remaja putri.

“Jadi apapun permasa­lahan kesehatan yang terjadi pada remaja putri bisa dilaporkan melalui aplikasi ini. Misalnya kehamilan, permasalahan menstruasi atau alat reproduksi. Karena memang pasti banyak yang tidak berani melaporkan, padahal kehamilan dibawah usia 20 tahun beri­siko,” tuturnya.

Ia berharap dengan adanya aplikasi ini mampu memberikan kemudahan akses kepada masyarakat, terkait berbagai pelaporan berbagai masalah kesehatan. Pihaknya akan membantu merespon dan memberikan seputar informasi kesehatan melalui aplikasi tersebut. (cr2)