METRO SUMBAR

DP3AP2KB Sumbar Gelar Bimtek di Payakumbuh, Jejaring Lembaga Perlindungan Perempuan Perlu Penguatan

0
×

DP3AP2KB Sumbar Gelar Bimtek di Payakumbuh, Jejaring Lembaga Perlindungan Perempuan Perlu Penguatan

Sebarkan artikel ini
BIMTEK—Dinas P3AP2KB Provinsi Sumbar bekerja sama dengan Dinas P3AP2KB Kota Payakumbuh menggelar Bimtek Penguatan Jejaring Lembaga Layanan Perlindungan Perempuan Kota Payakumbuh, di Aula Dinas P3AP2KB Kota Payakumbuh.

 

PADANG, METRO–Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bekerja sama dengan Dinas P3AP2KB Kota Payakumbuh menggelar Bim­bingan Tekhnis (Bimtek) Penguatan Jejaring Lembaga Layanan Perlindu­ngan Perempuan Kota Pa­yakumbuh, di Aula Dinas P3AP2KB  Kota Payakumbuh.

Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Sumbar, Gemala Ranti melalui Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Anak, Rosmadeli, SKM, M Biomed mengatakan, maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan bim­tek ini, untuk meningkatkan koordinasi  kolaborasi dan sinergisitas kebijakan dan  program perlindungan perempuan dengan Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupa­ten/Kota

“Bimtek juga untuk me­ningkatkan SDM dan pendampingan terhadap  lembaga layanan yang berge­rak di bidang  perlindungan perempuan,” terangnya, kemarin.

Selain itu, juga untuk advokasi lembaga layanan perlindungan perempuan kabupaten/kota, untuk se­nantiasa menjadikan isu kekerasan perempuan dan anak menjadi Corss Cutting Issues yang perlu pemecahan masalah secara terpadu.

“Untuk memecahkan masalah ini membutuhkan koordinasi yang kuat dari semua pemangku kepen­tingan yang ada, mulai dari pemerintah sampai ke ma­syarakat,” ungkapnya.

Gemala juga menambahkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama ini yang dita­ngani terbanyak terdapat di kabupaten kota. Karena itu, pemerintah pusat meminta pemerintah kabupaten kota agar memiliki UPTD yang bekerjasama lintas sektor untuk pela­yanan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak. “Saat ini sudah 9 UPTD yang terbentuk,” ungkap Gemala.

Gemala menambahkan, banyak kasus ke­ke­rasan dengan latar belakang dan kondisi berbeda. Dengan program dan ke­giatan yang dilaksanakan DP3AP2KB Sumbar selama ini, diharapkan juga juga dari LKAAM Sumbar, KAN, Bundo Kanduang dengan DP3AP2KB kabupaten/kota juga dapat berperan aktif menurunkan kasus-kasus yang ada.

“Kasus-kasus ini ba­nyak muncul karena nilai-nilai agama, adat dan budaya sudah mulai kurang diamalkan. Melalui Dewan Dakwah juga bisa dilibatkan untuk tanamkan nilai-nilai agama. Pemprov Sum­bar dan kabupaten kota sudah mulai gelar kegiatan keagamaan wirid, didikan subuh dan lainnya,” ungkapnya.(fan)