BERITA UTAMA

Percepatan Pembangunan Jalan Tol Seksi Padang-Sicincin, 1.000 Tenaga Kerja dan 500 Alat Berat Dikerahkan

0
×

Percepatan Pembangunan Jalan Tol Seksi Padang-Sicincin, 1.000 Tenaga Kerja dan 500 Alat Berat Dikerahkan

Sebarkan artikel ini
MENINJAU— Wagub Sumbar, Audy Joinaldy bersama Project Director PT HKI, Sri Hastuti Hardiningsih Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Sumbar, Siti Aisyah meninjau pembangunan Jalan Tol Seksi Padang-Sicincin, Senin (22/5).

 

PADANG, METRO–Wakil Gubernur Su­mat­ra Barat (Wagub Sum­bar), Audy Joinaldy, ber­sama Tim PT Hutama Kar­ya Infras­truktur (HKI) me­lihat secara langsung pro­gres pe­nger­jaan kons­truk­si pemban­gunan jalan tol Pa­dang-Pekanbaru sek­si Pa­dang-Sicincin, Senin, (22/5).

Di bawah terik mata­hari, Audy tetap semangat menempuh perjalanan yang berawal dari Jalan Bypass Kota Padang. Ada 4 titik yang menjadi spot sebagai tempat berhenti peninjauan lokasi. Mega proyek yang sempat ter­henti pengerjaannya sela­ma satu tahun itu, kembali dibangun setelah melalui tahapan pembebasan la­han yang cukup rumit.

“Kunjungan ini untuk mengetahui bagaimana tol Sumatera Barat di bangun. Bagaimana pem­bebasan la­hannya, dan pem­ba­ngu­­nan fi­­siknya gima­na,” ung­kap Au­dy di awal kunju­ngannya.

Sejauh ini, pembe­basan la­han sudah men­capai 95%. Sele­bih­nya ada per­ma­sa­lahan administrasi, konsinyasi dan ada yang masih belum bebas. Saat ini pembangunan fisik kon­struksi sudah selesai se­kitar 37.9 %.

Audy menjelaskan pe­nambahan pintu keluar tol (exit tol) yang awalnya diren­canakan hanya satu, kemu­dian dijadikan dua exit tol, kata dia. Ini adalah atas per­mintaan dan juga memper­timbangkan efek ekonomi.

Sepanjang Seksi Pa­dang-Sicincin, tol ini mele­wati sebanyak 160.022 bi­dang tanah milik masya­rakat, dan sudah selesai masalah pembebasan la­han sebanyak 95%.

“Artinya kita juga mem­punyai 160.022 potensi ma­salah berbeda. Kita su­dah se­lesaikan 150.041 atau 95%. Ada 81 bidang tanah lagi yang belum clear. Jika sudah masuk ke tahap kon­si­niasi itu kami ang­gap su­dah clear, untuk pembe­basan lahan dana­nya su­dah ada di Lembaga Mana­jemen Aset Negara (LMAN) di bawah Kementerian Ke­uangan,” tambah Audy.

Untuk pembangunan jalan tol, tebal pengerasan jalan direncanakan setebal 30 cm. Terdapat satu rest area kiri dan kanan di titik stationing 23. “Jadi atu­rannya sejauh 20 km itu harus ada rest area. Baik di sisi kiri maupun kanan. Tol ini juga akan memiliki dua exit tol yang diren­canakan di Lubuk Alung dan Tarok City Kabupaten Padang Pariaman,” ungkap Project Director PT HKI, Sri Hastuti Hardiningsih.

Pengerjaan konstruksi tol ini melalui perbukitan dan juga lembah bukit. Pengerjaan galian tanah­nya akan dimanfaatkan untuk timbunan, sehingga sumber daya alam (SDA) di sekitar dapat terman­faatkan secara optimal.

Di setiap bukit yang dilewati tol ini, lerengnya diperkuat dengan perke­rasan beton agar dapat meminimalisir terjadinya bencana longsor. Sedikit­nya ada sekitar 1.000 tena­ga kerja lebih yang bekerja di sana, dengan didukung 500 alat berat. Pekerjaan konstruksi ini di targetkan rampung pada 2024 nanti.

Turut hadir bersama rombongan itu Kepala Di­nas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Sumbar, Siti Ai­syah, Ketua Pelaksana La­pangan Tol Padang-Sicin­cin, Syafrizal Ucok, serta beberapa staf Pemprov Sumbar, dan juga staf PT HKI. (cr2/adv)