BERITA UTAMA

Tragis! Siswi SMP Tewas di Depan Sekolah, Jatuh dari Motor lalu Tertabrak Motor, orang tua Korban Histeris

0
×

Tragis! Siswi SMP Tewas di Depan Sekolah, Jatuh dari Motor lalu Tertabrak Motor, orang tua Korban Histeris

Sebarkan artikel ini
OLAH TKP— Polisi melakukan olah TKP kasus kecelakaan siswi SMP yang tewas di depan sekolahnya.

 

PADANG, METRO–Tragis. Seorang pelajar pe­rempuan yang mengendarai se­peda motor tewas akibat kece­la­kaan lalu lintas di jalan depan sekolahnya di SMPN 17 Padang, Jalan Raya Banuaran, Kelurahan Ba­nuaran Nan XX, Kecamatan Lu­buk Begalung, Kota Padang, Selasa (23/5). Kecelakaan maut itupun sontak meng­hebohkan warga maupun para siswa dan guru di sekolah tersebut.

Kecelakaan tunggal di­se­babkan kendaraan yang ditungganginya rem men­dadak saat berada di depan sekolah. Akibatnya korban terlempar ke pengendara motor lain yang berada di depanya dan tertabrak. Korban yang diketahui ber­nama Nisrayanti Halawa (15) warga Banuaran, Ke­camatan Lubuk Begalung, ini tewas di lokasi kejadian.

Korban mengalami pen­darahan pada bagian kepa­lanya  akibat benturan ke kendaraan lawan arah yang menabraknya dan terhem­pas ke aspal. Miris­nya, ma­sya­rakat setempat tidak be­rani melakukan pertolongan karena belum ada pihak kepolisian yang berada di lokasi. Tubuh korban pun ditutupi dengan kain pan­jang, sedangkan darah segar terus mengalir di aspal.

Ibu korban yang da­tang ke lokasi setelah men­dapatkan informasi anak­nya meninggal akibat kece­lakaan, terlihat menangis histeris. Ibu korban ter­duduk lemas sembari me­mangku kepala anaknya yang sudah tak bernyawa. Setelah pihak kepolisian datang, jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit.

Kanit Gakkum Satlan­tas Polresta Padang, Iptu Arisman, mengatakan bah­wa kecelakana ini terjadi sekitar pukul 06.45 WIB saat korban hendak pergi ke sekolahnya. Kendaraan yang terlibat kecelakaan satu unit sepeda motor Honda Beat BA 2388 TY dengan satu unit Jupiter MX BA 6038 QN.

“Sepeda motor Honda BeAT dikendarai oleh kor­ban Nisrayanti Halawa. Se­dangkan, sepeda motor Ya­maha Jupiter MX diken­darai oleh Ilham Hidayat (26) warga Kecamatan Nang­galo, Kota Padang.  Setelah kejadian, korban Nisrayanti meninggal dunia di lokasi kejadian. Saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit RS M Djamil Padang,” kata Iptu Arisman.

Iptu Arisman menam­bahkan, untuk pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter MX kaki kiri sakit, kaki kiri luka lecet, lutut kanan luka lecet, dan tangan ka­nan luka lecet. Sementara, kondisi sepeda motor Hon­da BeAT mengalami keru­sakan pada bagian kap depan lecet, ujung stang kanan lecet, tuas kanan lecet, tutup knalpot lecet, dan kap lantai kanan lecet.

“Sedangkan sepeda motor Yamaha Jupiter MX mengalami kerusakan pa­da bagian spakbor bela­kang lepas dari kedudukan, pijakan kiri depan gores, standar dua kiri gores, dan ujung stang kiri gores,” jelas Iptu Arisman.

Dijelaskan Iptu Aris­man, kronologi kecelakaan itu berawal ketika sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban datang dari arah Simpang Parak Laweh menuju arah Jem­batan Babuai. Namun, seti­ba di depan sekolahnya, Honda BeAT mengalami hilang kendali dan slip ban.

“Sepeda motor Honda BeAT lengser di badan ja­lan, sedangkan pengen­daranya terjatuh ke kanan dan ter­tabrak sepeda motor Ya­maha MX yang da­tang dari arah berlawanan. Pengen­dara Yamaha MX juga ter­jatuh usai mena­brak korban. Saat ini kedua sepeda motor diamankan sebagai ba­rang bukti,” ujarnya.

Terpisah, Guru SMPN 17 Padang, Ratni Wati me­ngatakan, ia sempat men­dengar adanya suara tab­rakan di depan sekolah pagi hari. Setelah itu, ia mendatangi lokasi dan melihat korban yang me­rupakan muridnya itu da­lam keadaan telungkup banyak mengeluarkan da­rah di bagian kepala.

“Pada awalnya guru-guru melihat kecelakaan ti­dak mengetahui kalau yang kecelakaan adalah murid­nya. Karena korban menggu­nakan pakaian be­bas de­ngan muka tidak terlalu jelas. Saat itu posisi korban ini tertelungkup,” katanya

Menurut Ratni Wati, korban memang sedang tidak masuk sekolah kare­na izin. Kemungkinan kor­ban pulang dari antar adik­nya sekolah dan kecela­kaan. “Saya sudah memin­ta bantuan warga agar korban di angkat di bawa ke rumah sakit. Namun warga takut memegang korban dengan kondisi kor­ban sudah tidak sadarkan diri,” tutupnya. (cr2)