BUNGUS, METRO–Aksi yang tak patut ditiru dan di luar nalar, dilakukan sejumlah remaja di Kelurahan Bungus Barat, Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Delapan remaja melakukan aksi menjadi pocong bergentayangan dan menakuti-nakuti warga.
Namun, ulah kelompok remaja laki-laki ini berujung apes. Pasalnya, pada aksi terakhirnya, para remaja ini malah ngeprank anggota kepolisian, rombongan lurah dan juga anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat.
Kapolsek Bungus Teluk Kabung Kompol Al Indra didampingi Kasi Humas Polresta Padang Ipda Yanti Delfina mengatakan, pihaknya telah mengamankan 8 remaja setelah aksi mereka menakuti-nakuti warga termasuk anggota polisi, lurah dan LPM di Bungus Teluk Kabung.
“Aksi mereka sudah meresahkan warga. Pasalnya banyak yang ketakutan karena adanya pocong yang bergentayangan. Bhabinkamtibmas Kelurahan Bungus Teluk Kabung, bersama Lurah dan LPM mencoba melakukan patroli untuk mencek kebenaran informasi itu,” ujar Kompol Al Indra, kemarin.
Ketika sampai di lokasi, kata Al Indra, 8 remaja itu tidak sadar bahwa yang mereka takut-takuti adalah polisi, lurah dan LPM. Karena tindakan tersebut, ke 8 remaja itu lalu diamankan ke kantor kelurahan.
“Sebelum mereka diamankan, mereka sempat bersembunyi untuk menghindari petugas. Kita minta mereka membuat surat pernyataan dan meminta maaf kepada warga. Orang tua mereka juga kita panggil,” tutur Al Indra.
Sementara ditambahkan Kasi Humas Polresta Padang, Ipda Yanti Delfina, mengatakan awalnya warga melaporkan bahwa ada pocong di daerah tersebut. Kemudian, bhabinkamtibmas hingga perangkat kelurahan melakukan patroli.
Kemudian begitu sampai di kawasan Tanah Sirah, kata Yanti, pukul 22.00 WIB bhabinkamtibmas dan perangkat kelurahan menemukan sejumlah remaja bersembunyi di bawah pohon. Anak-anak remaja tersebut tidak menyadari kalau yang di-prank adalah bhabinkamtibmas, lurah dan LPM.
Yanti menyebut remaja ini sempat melarikan diri setelah tahu yang di-prank adalah polisi, lurah dan perangkat kelurahan. Namun mereka berhasil diamankan kembali.
Ke delapan remaja usil ini menurut Yanti juga telah meminta maaf atas perbuatan nya dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang menakuti-nakuti warga sebagai pocong. (cr2)






