PADANG, METRO–Rentan dengan kasus doping, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Irwan Alwi memberlakukan seleksi yang cukup ketat terhadap atlet binaraga dan fitness yang akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2024 di Provinsi Aceh.
“Kami menyampaikan, kategori fitness sudah jadi cabang olahraga prestasi dan diakomodir pada PON di Sumatera Utara (Sumut). Karena itu saya minta awasi betul atlet di kategori fitness ini. Kita amati dan evaluasi,” tegas Irwan Alwin saat menghadiri Kejuaraan Daerah (Kejurda) Binaraga Fitness Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (20/5) di salah satu hotel di Padang.
Seperti diketahui, doping merupakan penggunaan zat terlarang dalam olahraga, untuk mempertinggi performa atau penampilan seseorang atlet pada kompetisi olahraga.
Irwan menambahkan, untuk Pra PON nanti akan meloloskan enam atlet menuju PON Tahun 2024 di Aceh. Jika seandainya nanti ada yang tidak lolos tes doping, maka akan dihukum tidak boleh mengikuti kejuaraan apapun selama empat tahun.
“Jadi saya minta awasi semua. Doping sudah marak. Kami undang pengurus untuk mengedukasi seluruh atletnya, sehingga bisa dijamin lolos doping,” tegasnya.
Irwan juga menyambut baik Kejurda Binaraga Fitness Sumbar yang dilaksanakan malam itu. Kejurda ini menurutnya sebagai upaya pembinaan prestasi olahraga fitnes di Sumbar. “Kita sambut baik Ketua Umum PBFI Sumbar menggelar kejurda ini. Ke depan perlu digelar kejuaraan yang lebih besar. Baik nasional maupun ASEAN,” harapnya.
Sementara, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumbar, Tasliatul Fuadi mengungkapkan, pihaknya bertekad untuk olahraga binaraga fitnes ini bisa berjaya pada PON Tahun 2024 nanti. Apalagi dengan dilantiknya Syamsul Bahri sebagai Ketua Umum PBFI Sumbar.
Untuk meraih prestasi pada PON Tahun 2024 ini, pihaknya juga akan mempertahankan salah satu atlet biraga terbaik Sumbar, Iwan Samurai, agar tetap bertahan membela Sumbar nantinya. Hal ini menyikapi adanya gonjang ganjing, Iwan Samurai akan pindah membela daerah lain. “Kita akan tetap perjuangkan Iwan Samurai perkuat Sumbar,” tegasnya.
Tasliatul juga menyambut baik diselenggarakannya kejurda ini. Di mana kejurda ini mendapat dukungan penuh Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Syamsul Bahri, yang telah dilantik menjadi Ketua Umum PBFI Sumbar.
“Kejurda ini terlaksana berkat pokok pikiran (pokir) Bapak Samsyul Bahri. Ini sebagai bentuk dukungan Bapak Syamsul Bahri yang juga sebagai Anggota DPRD Sumbar. Olahraga butuh biaya mahal. Jika hanya andalkan pemerintah maka akan kesulitan. Perlu dilibatkan stakeholder, baik itu BUMN, BUMD, swasta untuk jadi bapak angkat,” terangnya. (fan)






