BERITA UTAMA

Survei Polstat: Pemilih Jokowi di 2019 akan Mendukung Prabowo

0
×

Survei Polstat: Pemilih Jokowi di 2019 akan Mendukung Prabowo

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto

 

JAKARTA, METRO–Lembaga Survei Political Statistics (Polstat) Indonesia merilis data terbaru mereka terhadap elektabilitas sejumlah capres yang diprediksi akan bertarung di Pilpres 2024 mendatang.

Peneliti Senior Polstat Apna Permana menyam­pai­kan, dari tiga simulasi Pilpres yang dilakukan lem­baga survei mereka terhadap para responden, semuanya dimenangkan oleh Prabowo Subianto.

“Dalam berbagai format pertanyaan kepada responden, mulai dari per­tanyaan terbuka (top of mind), pertanyaan tertutup si­mulasi 10 nama, per­ta­nyaan tertutup simulasi tiga nama, maupun perta­nyaan secara head to head, Pra­bowo selalu leading signi­fikan atas para pe­saingnya,” kata Apna da­lam rilis sur­veinya, Minggu (21/5).

Seperti dalam per­ta­nyaan tertutup dari 10 na­ma tokoh yang ditawarkan, sebanyak 33,5% memilih Prabowo Subianto. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Ganjar yang hanya dipilih oleh 19,6% dan Anies didukung oleh 19,4% responden.

Di posisi berikutnya adalah Ridwan Kamil de­ngan elektabilitas 5,4%, Agus Harimurti Yudhoyono (3,6%), Erick Thohir (3,2%), Sandiaga Uno (2,8%), Puan Maharani (2,4%), Airlangga Hartarto (2,2%) dan Mu­haimin Iskandar (1,9%), serta undecided (6,2%).

Begitu pula ketika si­mulasi Pilpres hanya diikuti tiga nama saja, Prabowo Subianto tetap berada di peringkat pertama dengan raihan suara 39,2% res­ponden, kemudian 27,1% memilih Ganjar dan 26,9% memilih Anies. Sementara 6,8% responden menya­takan belum punya pilihan (undecided).

Pun ketika simulasi Pil­pres dilaksanakan saat ini dan hanya diikuti oleh Pra­bowo dan Ganjar, seban­yak 52,3% menjatuhkan pilihannya pada Prabowo, lalu 35,8% memilih Ganjar dan sisanya (11,9%) me­ngaku belum punya pilihan.

“Prabowo Subianto ju­ga leading jauh atas Anies Baswedan dalam simulasi secara head to head. Ke­tika Polstat Indonesia me­nga­ju­kan pertanyaan kepa­da res­ponden, siapa yang akan dipilih jika Pilpres dilaksa­nakan saat ini dan hanya diikuti oleh Prabowo dan Anies, sebanyak 54,6% me­ngaku akan memilih Prabo­wo dan hanya 34,5% yang memilih Anies,” terangnya.

Selain itu, dalam survei tersebut kemudian juga mendapatkan data dimana 43,5% pemilih Jokowi pada Pilpres 2019 mengaku akan memilih Prabowo jika Pil­pres dilaksanakan saat ini.

Sedangkan Ganjar yang notabene sesama kader PDI Perjuangan de­ngan Jokowi hanya dipilih oleh 34,2% pemilih Jokowi.

“Ini mengindikasikan bahwa pendukung, rela­wan dan simpatisan Jokowi lebih banyak menjatuhkan pilihan pada Prabowo un­tuk menjadi Presiden RI 2024-2029,” ujarnya.

Penyebab fenomena tersebut diduga karena dalam tiga bulan terakhir terjadi migrasi dukungan yang cukup signifikan dari relawan Jokowi di akar rumput.

“Mereka yang semula akan mendukung Ganjar Pranowo ternyata pada akhirnya menjatuhkan pi­lihan pada Prabowo,” im­buhnya.

Selain itu, efek dari pertemuan Prabowo de­ngan sejumlah tokoh na­sional diduga juga menjadi faktor pendukung naiknya elektabilitas Menteri Per­tahanan RI tersebut.

“Publik kemudian juga dinilai mulai menyadari bahwa untuk melanjutkan kerja besar Jokowi Indonesia harus dipimpin oleh seorang negarawan yang kuat, visioner dan teruji lea­dershipnya, bukan se­orang tokoh populer yang sema­ta-mata dibesarkan oleh media sosial,” terangnya.

Faktor lainnya kemu­dian adalah Prabowo nam­paknya dinilai publik seba­gai sosok negarawan yang mengutamakan persatuan bangsa dan kepentingan nasional, serta cenderung menghindari konflik de­ngan para kompetitornya.

Survei Polstat Indonesia kali ini dilakukan pada tanggal 1 s/d 10 Mei 2023 di seluruh wilayah Republik Indonesia yang terdiri dari 34 provinsi. Populasi survei ini adalah seluruh pen­duduk Indonesia yang mi­nimal sudah berusia 17 tahun dan memiliki E-KTP.

Jumlah sampel sebesar 1220 responden diperoleh melalui teknik pengam­bilan sampel secara acak bertingkat (multi-state random sampling). Batas ke­salahan (margin of error)+/- 2,8% dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%.

Pengumpulan data dila­kukan dengan menggu­nakan teknik wawancara tatap muka langsung de­ngan responden berpedo­man kuesioner. Survei Pols­tat kali ini dilengkapi de­ngan analisis media monitoring untuk mengukur per­kembangan sentimen pub­lik terhadap para capres setahun jelang Pemilu 2024. (jpnn)