SOLOK, METRO–Pertumbuhan ekonomi dan inflasi menjadi perhatian utama pemerintah. Apalagi semenjak Covid 19 yang sempat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dalam rangka menekan laju inflasi di Kota Solok, Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pertanian menggalakkan gerakan tanam cabai, bawang dan komoditas pertanian lainnya di masyarakat. Keterbatasan lahan tidak menghalangi masyarakat untuk bertanam. Saat ini banyak teknologi pertanian yang bisa digunakan di lahan terbatas.
Wali Kota Solok, Zul Elfian mengatakan, pemerintah Kota Solok juga berinisiatif memanfaatkan lahan yang sementara tidak tergarap. Seperti di Kelurahan Tanah Garam dengan membuat Kebun Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Solok. Pada lokasi tersebut ditanam tanaman yang diharapkan dapat menekan inflasi seperti cabai biasa, cabai rawit, jagung, kacang tanah dan tanaman lainnya.
Dengan meningkatnya harga kebutuhan terutama kebutuhan pokok yang menjadikan daya beli masyarakat menurun. Dampaknya sangat terasa oleh masyarakat maupun pemerintah. Untuk sektor pertanian, lanjutnya dampak perang Rusia-Ukraina menambah kenaikan harga pupuk untuk pertanian yang berakibat biaya produksi semakin meningkat.
Namun demikian, kenaikan harga di tingkat konsumen belum tentu dipengaruhi oleh kenaikan harga di tingkat produsen. Peran biaya distribusi juga mempengaruhi harga akhir. Dangan adanya Kebun Forkopinda yang bertujuan untuk menekan inflasi dengan menanam komoditas penyumbang atau rentan inflasi, diharapkan membawa dampak positif. (vko)






