PADANG, METRO – Pemprov Sumbar menargetkan sebanyak 256 inovasi bisa diaplikasikan, untuk meningkatkan efesiensi dan kinerja aparatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada tahun 2019 ini.
“Dari 256 itu, 65 diantaranya sudah bisa diaplikasikan. Kita targetkan yang sekarang belum, bisa diaplikasikan tahun ini,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumbar, Reti Wafda di Padang, Jumat, (18/1) di Aula Kantor Gubernur Sumbar.
Melalui 65 inovasi yang telah diaplikasikan inilah, yang mengantarkan Pemprov Sumbar meraih peringkat tiga terbaik nasional, untuk bidang inovasi pemerintahan pada 2018 di bawah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat.
Sementara, pada tahun 2019 ini, Reti memprediksi persaingan inovasi daerah ini akan semakin ketat. Pasalnya, semua daerah sudah memahami kendala dalam penilaian inovasi tersebut.
“Sebelumnya, tidak semua daerah yang mengetahui ada 21 indikator dalam penilaian inovasi daerah. Diantaranya, kelengkapan bahan administrasi pendukung. Sehingga, banyak inovasi yang didaftarkan tidak mendapatkan nilai baik,” terangnya.
Ke depan, menurutnya, seluruh OPD di Pemprov Sumbar akan dibekali dengan pemahaman tentang indikator yang harus dipenuhi. Sehingga, inovasi yang dilakukan pendapatkan porsi penilaian yang tepat.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, inovasi adalah keniscayaan bagi pemerintah daerah agar kerja lebih efisien, efektif, tepat mengena, mudah, murah dan cepat. Misalnya inovasi di bidang perizinan yang dulu biasanya prosesnya cukup lama sekarang bisa hanya dalam satu hari selesai.
Inovasi itu juga akan menjadikan pelayanan publik bagi masyarakat bisa semakin baik.
“Inovasi itu wajib karena tanpa itu kita akan ketinggalan zaman,” katanya.(fan)





